Ibadah haji adalah perjalanan ke Baitullah dalam rangka memenuhi panggilan Allah SWT dan memenuhi rukun Islam yang ke lima dengan melaksanakan manasik haji serta perwujudan penghambaan diri kepada Allah SWT. Oleh karenanya orang-orang yang melaksanakan ibadah haji juga biasa disebut para tamu Allah.

Sebagai tamu Allah, seorang yang akan melaksanakan ibadah haji harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun rohani dengan baik. Kendatipun di tanah suci ada jasa yang bisa membantu jama’ah melaksanakan rukun dan sunnah haji, masalah kesiapan fisik menjadi kebutuhan utama suksesnya ibadah haji.

Secara rohani, menata niat dengan benar dan ikhlas menjadi tamu Allah maka perlu mempersiapkan pakaian taqwa yang diawali dengan mensucikan hati dari niat selain ibadah kepada Allah. Sehingga perjalanan haji tidak sekedar wisata yang berujung pada cerita mengetahui tempat-tempat baru, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai ibadah pasca melaksanakan ibadah haji.

Persiapan rohani dalam melaksanakan ibadah haji, dimulai dengan belajar ilmu agama dengan baik dan benar. Diawali dengan belajar ilmu tauhid, ilmu syariat, dan ilmu tasawuf, karena aqidah, syariat, dan akhlaq adalah modal utama untuk mengerti siapa tuhan kita, bagaimana kita beribadah, menyembah dan berakhlak kepada-Nya.

Berhaji adalah mengantarkan jiwa untuk mendatangi panggilan tuhan yang maha segalanya, maka hati kita harus bersih dari noda hitam berupa egois dan kesombongan baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Noda hitam yang berupa kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan dan cinta dunia.

Persiapan secara fisik yang tak kalah pentingnya adalah berupa mandi lil ihrom sebagai penegasan dan peneguhan hati, bahwa kita akan sowan menghadap kepada Allah SWT yang maha kuasa. Kita harus bersih, suci dan memakai wewangian. Kalau bisa sebelum mengguyurkan air mandi Lil ihrom ini, didahului dengan mandi taubat. Sebagai perwujudan taubat dari segala macam dosa. Sehingga keberangkatan memenuhi panggilan Allah SWT benar-benar bersih dan suci secara jasmani dan rohani.

Baju putih Ihram adalah simbol dari pakaian suci yang ingin diwujudkan oleh seorang yang menuju tuhan. Warna putih pakaian ihram adalah simboliknya, sedangkan jumlah dua helai adalah lambang penutup jasmani dan rohani, sekaligus melindungi dan menutupi aurat (bagian bawah tubuh) dan Asrar (rahasia dan kehormatan) bagian dada manusia. Adapun tidak bolehnya memakai pakaian yang berjahit sebagai isyarat tidak bolehnya ada rekayasa dan manipulasi diri dalam menghadap ilahi.

Bacaan Talbiyah ‘labbaiik Allahumma labbaiik’ adalah sahutan ruh seorang hamba Allah atas panggilan Tuhannya. Talbiyah ini penting untuk selalu dibaca oleh seorang yang berangkat menuju Baitullah. Hal ini dimaksudkan agar jiwa seseorang tidak terkecoh oleh panggilan nafsu badaniyahnya. Seperti untuk kepentingan nafsu syahwatnya dipuji orang, untuk mendapatkan keuntungan materi harga diri, kesuksesan dan lain-lain. Sehingga berangkat hajinya tidak ikhlas (murni) karena Allah.

( لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك ، لا شريك لك.
Pembacaan Talbiyah dengan penuh semangat dan penghayatan yang mendalam, seseorang akan dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, murni karena Allah, tidak bercampur dengan kepentingan hawa nafsu, atau disebut istilah haji mabrur.
#semogaselalumenjaditamuAllah