Sombong itu berasal dari syaitan/iblis, yang dihembuskan dari bisikannya yang teramat manis. Bisikan bak angin berhembus mendesis.

Diciptakan dari Api, Iblis merasa diri lebih tinggi, mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah. Hal yang membuatnya berlaku Sombong hingga lupa perintah sang penciptanya(QS Shad:75).

Syaitan begitu lihai, halus dalam menyelipkan berbagai sifat sombong pada diri manusia, sampai manusia tidak menyadari bahwa ia telah berlaku sombong.

Dan adakah yang lebih indah daripada menipu manusia semakin jauh dari anjuran Tuhannya dengan berlaku SOMBONG, sementara sang manusia justru merasa lebih dekat dengan Tuhan, merasa lebih MULIA? Oh, indah sekali. “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka…” (QS  Al Anfaal:48)

Maka berapa banyak orang yang mengikuti bisikan syaitan dengsn berlaku sombong namun tidak disadari?

Mereka merasa bak pahlawan pembela kebenaran. Bahkan bak penyelamat kaum yang tersesat. Karena semua salah menurut mereka.

Maka berhentilah teriak ALLAHU AKBAR dijalan, jika dengan itu kau gunakan untuk memaki, meresa lebih mulia, lebih suci. Ketahuilah, merasa lebih mulia dari yang lain adalah sebuah kesombongan yang nyata.

Maka berhentilah memaki sesamamu KAFIR. Karena seseorang yg menghujat yang lain kafir, sesungguhnya ia berlaku sombong, merasa diri lebih beriman  Ketahuilah, Nabimu bersabda: barang siapa menyebut sesamanya Kafir, maka kekafiran itu akan berbalik kepadanya. (HR Muslim:61)

Maka berhenti menuduh yang lain SESAT dan merasa diri lebih SUCI. Karena soal iman adalah wilayah hati dan soal hati adalah urusan Tuhanmu. Terlalu sombong jika kau merasa lebih mengetahui keimanan seseorang melebihi Tuhanmu.

“…maka janganlah kamu mengatakan dirimu SUCI. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa” (QS An Najm:32)

Berhenti memakai SORBAN, jika dengan itu membuatmu besar kepala, tinggi hati, merasa lebih mulia. Ketahuilah, MERASA lebih mulia adalah sebuah kesombongan yang nyata.

Berhentilah memakai nama HABIB, jika dengan itu engkau tinggi hati, merasa mulia, besar dadah, congkak dengan sebutan habib… Ketahuilah, sementerang apapun embel-embel yang disematkan pada namamu, bukanlah penentu keselamatanmu.

Berhenti menampak-nampakkan kesalehan, jika dengan itu seolah-olah anda ingin dilihat lebih dekat dengan Tuhan, yang lain jauh. Kesalehan yang ditampak-tampakkan adalah bukti nyata dari sifat RIYA (pamer). Ketahuilah, Tuhanmu akan menghapus pahala dari sesuatu yg dikerjakan secara RIYA, layaknya merubah intan, emas, permata menjadi debu tak lagi bernilai.

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqan:23).

Ingatlah! Kesombongan yang terselip, adalah bisikan iblis yang temarat manis.