Lima Puluh Calon Murid Baru ikuti Ceria Ramadhan

Kreatifitas tiada batas, ya. Kalimat itulah yang dapat saya ucapkan untuk para guru MINU Tarbiyatul Islam Tenggur Rejotangan Tulungagung. Hari ini, Selasa, 13 Juni 2017 yang bertepatan dengan 18 Ramadhan 1438 H. Dalam rangka menyambut kedatangan murid baru, MINU Tarbiyatul Islam mengadakan kegiatan dalam bentuk “Ceria Ramadhan”.

Kegiatan Ini diikuti oleh 50 Peserta yang merupakan calon murid baru dan nantinya para peserta tercatat sebagai murid kelas 1 di tahun ajaran baru 2017. Nampak keceriaan di wajah peserta saat mengikuti kegiatan yang dilakukan di luar ruangan. Selain lebih mengakrabkan hubungan kekeluargaan antara murid baru dan pihak MINU Tarbiyatul Islam, kegiatan Ceria Ramadhan juga bermaksud menyentuh aspek kecerdasan murid dari sisi “Afektif,  kognitif, Psikomotorik, ditambah kecerdasan spiritual yang menjadi goalnya. Oleh karenanya model kegiatan ini tetap dalam pengawasan dan bimbingan sehingga walaupun kegiatannya ng game outdoor, tapi murid yang belajar puasa juga tetap dipertahankan puasanya.

Bentuk kegiatan ini adalah Fun Game (game menyenangkan) sehingga tampak dari jepretan gambar adalah raut muka ceria para generasi bangsa Indonesia dengan memegang media bermain berupa gambar. Mengambil tema “Satu dalam Warna-Warni”. MINU Tarbiyatul Islam secara tidak langsung juga berucap Satu NU Satu Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika. Sehingga sejak dini, Murid baru dikenalkan pada NU, Kecintaan pada negara, bangsa, dan agama.

Alasan kegiatan Ceria Ramadhan ini menurut Kepala Madrasah yang biasa dipanggil Pak Kholiq Nawawi, “Dengan kegiatan Ceria Ramadhan lembaga MINU Tarbiyatul Islam Tenggur bermaksud mengenalkan kepada Murid baru bahwa Puasa Ramadhan adalah Ibadah yang harus di sambut dan dilaksanakan dengan ceria. Watak santri yang senantiasa gembira dalam ibadah perlu ditanamkan sejak dini. Sehingga tidak ada anggapan bahwa Ibadah adalah beban”.

Sebuah keniscayaan jika kita membidik masa depan, maka masa sekaranglah gambaran masa depan itu dilukis. Jangan sampai berharap masa depan akan jelas jika sekarang tidak ada kegiatan menyongsonnya. Dunia pendidikan dengan jalan dan relnya harus tetap sebagai lembaga yang menemukan dan memunculkan potensi generasi bangsa dan inilah salah satu peran yang diambil oleh MINU Tarbiyatul Islam sebagai salah satu lembaga pendidikan milik NU yang tegas, cerdas dan bener unggah ungguhe yang akhirnya jadi generasi NU, dan Indonesia yang Sholih dan Sholihah.