“li Syaikhonal Habib, Ahmad Kholil Bangkalanai” penggalan Syair inilah yang lebih dulu ku dengar saat kecil belajar hadrah di Langgar kampung. Saya gak pernah membayangkan kalau Syaikhona Kholil berada di Bangkalan Madura, maklum lah, santri kecil ndeso gak mudeng makna yang dibaca, tapi hafal lafadznya.

Baru setelah belakangan mengenal kitab alfiyah ibnu Malik, guru saya menceritakan bahwa yang membawa dan mengenalkan alfiyah Ibnu Malik ke Nusantara adalah Syaikhona Kholil Bangkalan, lha saya semakin bingung, kok hadrah an ada nama beliau juga ya? Syaikhona Kholil ini ulama’ dibidang ilmu apa ya? Berbagai literatur ternyata menyebutkan, bahwa Syaikhona Kholil Bangkalan adalah guru dari para ulama’ Nusantara. Hampir seluruh pondok salaf di Nusantara, sanad keilmuannya akan melalui dan bersinggungan dengan Syaikhona Kholil Bangkalan.

Beliau seorang Ulama’ yang Waskita dan faham kondisi sosio kultur masyarakat. Ada cerita unik berkaitan rokok Bentoel Malang, dahulu ada seorang Chinese yang entah dengar dan tahu dari mana, Chinese ini datang ke pondoknya Syaikhona Kholil di Bangkalan. Chinese ini bangkrut dalam usaha ekonomi, dia bermaksud membuat usaha dibidang rokok, tapi namanya apa, Chinese ini bemaksud meminta petunjuk kepada Syaikhona Kholil Bangkalan.

Setelah menunggu dan antri beberapa lama, tibalah giliran sang Chinese ini menghadap, tapi belum sempat masuk ke dalam ndalem Syaikhona Kholil, tiba-tiba ada suara dari dalam yang intinya Chinese ini disuruh pulang sambil kaget di depanya ada Bentoel( sejenis tanaman ganyong dalam penyebutan jawa). Akhirnya Chinese ini tidak jadi masuk dan hanya mengambil Bentoel itu sambil mengucap terimakasih kepada Syaikhona Kholil.

Sesampai dirumah, Chinese ini menamai rokoknya dengan nama Bentoel, dan berjayalah rokok Bentoel Biru di Malang dan sekitarnya, bahkan menjadi perusahaan rokok Nasional yang berjaya pada masanya. Sebegitu juga dengan cerita rokok Dji Sam Soe yang ada Fatsal 5 dan Bintang 9 yang awalnya adalah saran Syaikhona Kholil bagi seseorang Santri untuk membuat rokok ber ciri khas mirip logo bintang sembilan seperti NU dan Fatsal 5 adalah fashal Shalat 5 Waktu.

Intinya, Selain beliau Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai Ulama’ yang Alim dan Allaamah, beliau faham konteks sosial dan lingkungan masyarakat serta membaur menjadi satu dengan masyarakat dalam menyampaikan ajaran Aswaja dan membumikan sifat-sifat Allah melalui ajaran Islam.