​Indonesia memang kaya akan tradisi dan budaya yang merupakan warisan leluhur yang dilestarikan oleh masyarakat di wilayahnya. Beberapa diantaranya ada yang berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi ada  pula yang murni merupakan ritual suatu daerah tertentu. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia adalah gotong royong membantu saudara ataupun tetangga yang sedang mengadakan hajatan yang dikenal dengan istilah rewang. Tradisi ini rata-rata masih begitu kental di daerah pedesaan dan sangat jarang di daerah perkotaan yang penuh dengan kesibukan individu.

Rewang biasanya diawali dari tuan rumah yang berkunjung ke rumah tetangga dan saudara pada jauh-jauh hari sebelum ia mengadakan hajatan dengan tujuan meminta bantuan tenaga untuk mempersiapkan acara hajatannya sampai selesai. Beberapa hari sebelum hari H mereka akan datang dan mulai mengerjakan apapun demi suksesnya hajatan itu. Hampir semua yang datang ini membawa bahan makanan mentah ataupun makanan yang sudah siap saji untuk membantu kebutuhan hajatan. Nah, disinilah rewang mulai berlangsung. 

Meskipun terlihat sederhana, tetapi makna yang terkandung sangat mendalam. Silaturahim terjalin begitu unik, keakraban muncul di antara mereka, baik yang sudah kenal maupun yang awalnya salinh asing. Seakan mereka adalah saudara yang sudah lama tidak bertemu sehingga saat itu mereka melepas rasa kangen dengan canda tawa yang begitu renyah. Tidak jarang dari sini terjalin hubungan kekeluargaan baru, ada yang saling menawarkan jasa, barang bahkan sampai pada menawarkan sebuah perjodohan. 

Seharian penuh mereka mempersiapkan hajatan dan esok harinya akan kembali lagi. Begitu seterusnya sampai hari H. Bahkan beberapa diantaranya akan kembali setelah hari H untuk membantu membersihkan dan membereskan lokasi tuan rumah. Keunikan silaturahim seperti inilah yang perlu dijaga kelestariannya oleh masyarakat.