Tumbuhnya kelas menengah muslim perlu di imbangi dengan strategi dakwah yang tepat dan efektif. Revolusi media dengan tampilannya media sosial menjadi bagian penting untuk menerapkan dakwah di era digital. Di indonesia, pengguna internet semakin meningkat, dengan akses media sosial yang terintregasi. Para pengguna media sosial, cenderung menyampaikan pesan, pikiran dan mengakses informasi dari media-media baru sebagai platform visioner.

Data yang di rilis WeAreSosial di tahun 2015 saja pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai kisaran 72,7 juta meliputi berbagai element masyarakat. Dari data ini sekitar 72 juta merupakan pengguna aktif media sosial, yang diakses dari 60 juta akun media mobile. Ini artinya media sosial sangat aktif dalam menyampaikan pesan, perspektif dan informasi terbaru. Di sisi lain media digital sebagai medan dakwah di era sekarang sangatlah signifikan untuk mencapai target kelas menengah muslim, sehingga sistem dakwah dari gerakan radikalisme pun tidak terhindarkan.

Tentu saja hal ini menjadi tantangan menarik bagi ormas-ormas muslim untuk merespon tumbuhnya kelas menengah dan revolusi media digital. Kelas menengah muslim yang terkoneksi dengan akses media digital membutuhkan sentuhan dakwah yang lebih interaktif, efektif dan mudah diakses. Sentuhan teknologi dan grafis sangat diperlukan untuk memperkuat content-content dakwah.

Berbagai platform media sosial dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai islam yang sesuai dengan karakter khas indonesia. Dakwah yang ramah di era digital menjadi tantangan strategis bagi berbagai ormas islam di negeri ini.