Kreatifitas memang tiada batas, tatkala kita memberikan tambahan ide pada konsep yang sudah dijalankan, maka hal tersebut bisa disebut kreatifitas, sedangkan yang melakukan kreatifitas disebut kreator.

Selama ini ketika mendengar sebutan pemuda atau remaja, maka stigmatisasinya langsung pada kenakalan remaja atau kebrutalan pemuda, padahal masih banyak kreatifitas yang lahir dari pemuda, termasuk para pemuda, yang menjadi harapan pemudi.

Tak banyak yang tahu bahwa di Tulungagung, berjubel kreatifitas pemuda dan belum terekspos, diantaranya kreatifitas dibidang seni ukir wayang kulit dan barongan yang dimiliki mas Deni Susanto dari Jatimulyo Kauman Tulungagung. Usaha yang dirintis sejak 1985 yang diawali dari meubel lantas merambah pada seni ukir kayu, seni membuat wayang, sampai seni pengolahan limbah kayu atau limbah kulit yang dijadikan barang berharga dan seni membuat Barongan.

Nama Deni Susanto bagi para pihak dan kedinasan sudah tidak asing, karena sering bermitra dalam menyelenggarakan kegiatan bersama. Pameran Nasional juga menjadi hal biasa bagi sosok pemuda yang biasa dengan style casual ini. Terlepas itu semua, harapan besar dari mas Deni adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan dan melahirkan pengusaha muda di Tulungagung dengan sering bertemu, bertukar gagasan sesama pelaku seni dan budaya, khususnya para pemula.

Sosok lain dari Tulungagung yang memiliki sotf skill adalah Lutfi Hakim Luthfi seorang mahasiswa semester akhir di STAI Diponegoro Tulungagung dengan background pondok pesantren dan berdomisili di pegunungan, dan pelosok desa Tugu kecamatan Sendang kabupaten Tulungagung, si Doi menekuni dunia “Air Brush Helm” dan miniatut helm dengan kualitas menyamai karya pabrikan kelas Eropa. Tak heran pesanan dari Jepang, China, Amerika dan Malaysia juga membanjiri usaha Loodve Air Brush.

Perjalanan dicemooh, ditentang orang tua, atau ditertawakan tetangga, sudah menjadi barang wajib konsumsi. Justru hal tersebut menjadi motivasi loodve untuk mewujudkan usahanya bisa sukses dan go internasional.

Ada juga anak muda Tulungagung yang dengan tekun membidangi sablon cukil atau bisa dilihat di IG Trivium Art milik mas Reza, anak muda yang punya filosofi bahwa “sebuah karya akan membuat pemiliknya terukir kekal dalam sejarahl. Komunitas sablon cukil di Indonesia juga menjamur dibeberapa kalangan anak muda khususnya dilingkungan kampus terutama di Jogjakarta, Surabaya, Jakarta dan benerapa kampus di luar Jawa. Hal ini terkesan aneh, karena sablon cukil adalah teknik sablon paling kuno dengan pola persis membuat stempel dengan mal sablon kayu yang dicukil sesuai gambar yang diinginkan.

Ada satu lagi karya seni dibidang kerajinan kulit asli milik mas Wahyu dari Tamban Pakel Tulungagung. Tanpa menganfalkan media online, ternyata pesanan dompet kulit, tas, ikat pinggang dan barang-barang berbahan kulit sudah menembus pasar Eropa. Mas Wahyu banyak di endorse oleh perusahan-perusahaan besar dalam memenuhi kebutuhan produk untuk acara tertentu.

Kreatifitas lain yang juga perlu diapreseasi adalah seni musik angklung yang dimanajeri mas Hafiz dari Kalidawir Tulungagung. Mereka membuat beberapa alat musik angklung dan memainkan musik tersebut dengan aransement berbagai genre musik, sehingga kreatifitas ini melahirkan para pemusik yang biasa diundang untuk perform di pentas panggung Nasional.

Ada juga kerajinan batok kelapa yang dijadikan tempat lampu hias, tempat permen, tempat tisu dan hiasan lain dari Tenggur Rejotangan yang sudah menjadi langganan Hotel-hotel berbintang dan pengusaha properti di Bali, juga langganan para eksportir ke Eropa.

Beberapa contoh kreatifitas di atas tentunya belum memotret seluruh kreatifitas yang tersebar di Tulungagung. Perlu penelusuran dan membuat data base usaha pemuda Tulungagung yang kreatif dalam berbagai hal usaha berbasis online maupun offline.

Kami memulai untuk mempertemukan para pemuda kreatif di Tulungagung dengan para pengusaha pemula atau para pemuda yang belum punya usaha dengan harapan virus kreatifitas dan semangat berusaha bahkan pada tingkat menciptakan lapangan kerja bagi sesama pemuda. Kami bersepakat bahwa kreatifitas akan merubah dari biasa menjadi istimewa.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pojok pemuda kreatif Tulungagung, terkhusus kepada Mbak Anggia Ermarini selaku stafsus kemenpora yang selalu SAE, dan kabarnya juga akan membikin branding SAE menjadi berbagai usaha. Semoga sukses terpilih dan terlantik menjadi DPR RI. Dapil Tulungagung, Blitar, Kediri.

Kepada pak Menteri Pemuda Olahraga, kami ucapkan terimakasih atas perhatiannya, semoga Pak Imam Nahrawi selalu sehat dan mendapatkan keberkahan. Kepada Pemkab Tulungagung melalui DispendikPora melalui pak Prayit bidang Pemuda Olahraga, Insyaallah kami penuhi undangan dan tantangan bapak untuk membuat acara kretifitas pemuda Tulungagung.

Tak lupa semua sahabat yang membantu suksesnya acara, mulai bagian konsep acara, desain banner, lay out lokasi, humas, tukang masang banner, driver, komutas seni, para pemuda dan pemudi Tulungagung, “kalian memang SAE”. Tak lupa kepada pak Iwan selaku owner coffe DMR atau Teh Tarik di JL A. Yani Barat Kauman Tulungagung, Idola Soundsystem dan mas MC. Udin terimakasih kerjasamanya. Semoga sukses selalu.

#PojokPemudaKreatifTulungagung
#MbakAnggiSAE
#KemenporaJosh