Jum’at, 20 Oktober 2017, dalam rangka memperingati hari Santri Nasional, IKA PMII Tulungagung bersama kader aktif PMII Tulungagung dari pengurus cabang sampai warga rayon PMII, memadati Masjid Al Huda atau lebih familiar Masjid Mbah Dul menggelar dzikir bareng yang dipimpin oleh K.H Abdul Kholiq yang juga pernah berproses di PMII semasa di Jogjakarta.

Lantunan sholawat sebagai opening dibawakan oleh grup shalawat PMII STAI Diponegoro Tulungagung. Dan tepat pukul 14:45 acara inti dzikir bareng di mulai. Lantunan sholawat Nariyah dan bacaan dzikir secara khusuk dilaksanakan di serambi Masjid Al-Huda.

Selesai dzikir bersama, sambutan dari Habibi selaku ketua cabang PMII Tulungagung menyampaikan bahwa acara HSN yang dilaksanakan PMII adalah kerjasama IKA PMII dan kader aktif yang harus ditindak lanjuti menjadi kegiatan rutin setiap tahun sebagai wujud integritas PMII sebagai santri.

Selanjutnya disambung orasi ilmiah oleh Mabincab PMII Tulungagung Dr. Abdul Aziz. Dalam orasinya Dr. Abdul Aziz mengintruksikan bahwa kegiatan dzikir bersama dalam hari santri harus dilaksanakan rutin setiap tahun, karena PMII adalah santri.

Hari santri adalah momentum revolusi perubahan. Sambung sanad yang hari ini dilakukan di masjid dan pesantren mbah Dul ini, adalah dalam rangka menunjukkan kepada kader aktif bahwa para alumni yang berjajar di depan ini, dahulunya juga berproses di pondok, di masjid, di mushola dan juga di PMII. Sehingga akan menjadi aneh jika ada kader PMII yang alergi dengan pondok pesantren, masjid, dan mushola.

Jadi nilai dasar pergerakan PMII harus dimaknai secara komprehensif oleh para kader PMII. Bagaimana memahami hablum minallah, hablum minannas, hablum minal ‘alam. Maka kegiatan PMII harus dilandasi oleh nilai dasar pergerakan tersebut. Tidak ada critanya anak PMII, jika benar-benar memahami prinsip tersebut akan menjadi orang bingung tanpa arah. Karena PMII adalah organisasi mahasiswa yang sudah selesai membahas ketauhidan, memaksimalkan jaringan, mencintai alam sebagaimana yang termaktub dalam nilai dasar PMII.