Sabtu, 20 Mei 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, dengan kompak siswa MINU Tarbiyatul Islamiyah Tenggur Rejotangan Tulungagung dengan kompak merubah nuansa madrasah menjadi penuh merah putih.

Siapa bilang generasi kita tak kenal semangat kebangsaan? Siapa bilang generasi kita tidak cinta dengan NKRI? Ini buktinya.  Para siswa MINU Tarbiyatul Islamiyah memperingati momentum besar hari kebangkitan Nasional dengan kesadaran bahwa”Sebuah momentum tidak bisa diganti waktunya” tanggal 20 Mei ya tetap 20 Mei, jika kita bermaksud memperingati Hari kebangkitan Nasional. Sehingga, kalau sudah kaitanya urusan momentum dan Nasionalisme ya ndak bisa ditawar begitu tutur Kholiq Nawawi Kepala sekolah yang dengan berapi-api menyampaikan kalimat Nasionalisme dan Patriotisme.

Bahkan dengan kompak para guru memakai dresscode merah dan putih sebagai wujud konsistensi ucapan sekaligus contoh kepada para siswa dan tak ketinggalan terpampang spanduk lengkap berlogo NU sebagai baground dibelakang panji merah putih. Seakan memberikan pesan bahwa para siswa akan tetap “Ber NU dan Setia menjaga NKRI”.

Bukan kali ini saja para siswa dan lembaga MINU Tarbiyatul Islamiyah memperingati Hari Besar Nasional, Setiap momentum bersejarah pasti dirayakan dan dimeriahkan dengan cara yang berbeda sesuai momentumnya, Kami ingin menanamkan nilai-nilai kecintaan kepada tanah air dan nilai-nilai menghormati para pendiri bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama’. Tutur Kholiq Nawawi yang dengan visinya menyampaikan gagasan dan strategi mewujudkan gagasan tersebut sehingga menjadi aksi nyata yang bermanfaat menambah pengetahuan dan rasa Nasionalisme Siswa MINU Tarbiyatul Islamiyah.

Penanaman ideologi NU, kecintaan kepada NKRI dan menghargai para pahlawan harus dilakukan sejak dini. Karena jika semuanya sudah terpatri dengan kuat, maka mereka tak akan tergoyahkan oleh ideologi lain. Kecintaan dan penghargaan kepada para pendiri bangsa, merupakan dharma bhakti generasi sekarang yang tinggal menikmati kemerdekaan tanpa memikul senjata dan berjuang melawan penjajah. Oleh karenanya harus dilandasi dengan kesadaran individu dan kesadaran lembaga tanpa menunggu perintah atau surat edaran dari pemerintah melalui dinas setempat.

Berawal dari kesadaran pribadi dan lembaga inilah MINU Tarbiyatul Islamiyah Tenggur Rejotangan Tulungagung mengajak seluruh siswa dan pengelola lembaga untuk mempunyai rasa “Handar Beni/rasa ikut memiliki” terhadap generasi muda dan bangsa Indonesia dengan wujud penanaman nilai-nilai Nasionalisme dan menghargai jasa para Pahlawan melalui semua kegiatan lembaga, termasuk kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.