Yang Muda yang berkarya, begitu gambaran yang dapat disandarkan kepada kepala madrasah MI Nurul Islam Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Erawan Abdullah, M.Pd dalam segala inovasi yang dilakukan dalam memanage lembaga yang dipimpinnya. Prinsip idiologisasi kepada siswa MI Nurul Islam dengan memulai simbolisasi gapura masuk sekolah dengan ornamen khas ke NU an yang mengusung konsep ala modern minimalis untuk pembuatan gapura permanen yang berada pada pintu masuk sekolah.

Adapun maksud pembuatan gapura tersebut menurut Erawan Abdullah (Kepala Madrasah) adalah sebagai identitas jati diri sebagai madrasah ibtidaiyah yang berkhidmah dibawah naungan Nahdlatul Ulama’ dengan harapan kaderisasi  peserta didik yang intelektual dan berhaluan Nahdlatul Ulama’. Sehingga sejak dini para siswa dikenalkan dengan NU dan nilai-nilai dasar berfikir ala tawasuth dan i’tidal, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf dan nahi munkar.

MI Nurul Islam yang berada di desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung dengan jumlah siswa 117 terbagi 6 kelas memiliki keunggulan khas muatan lokal yang melestarikan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyah dengan penekanan pada penguatan kurikuler dan ekstra kurikuler yang mendukung seluruh proses pembelajaran dengan konsep religius modern, selalu menjadi mainstrem kader NU produktif di desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.

Pembangunan gapura Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam ala ornamen NU ini dimaksudkan juga untuk mewujudkan kemandirian warga NU dan menggugah rasa kemepilikan oleh masyarakat umun. Dan terbukti bahwa pembangunan ini murni  swadaya masyarakat dengan pola iuran tanpa ada paksaan dan batasan besaran iuran masyakat dan selesai pada akhir Ramadhan 1438 H. Sehingga pas moment Idul Fitri dan saat siswa masuk madrasah pasca lebaran, mereka sudah dapat melihat gapura sekolah yang sudah selesai digarap  dalam wujud sempurna.

Menganut konsep sekolah yang asri dan ramah lingkungan, MI Nurul Islam Mirigambar tidak lupa pada pemahaman Aswaja yang harus ditanamkan kepada siswa sejak dini.  Oleh karenanya tulisan education center yang terdapat pada gapura yang bersanding dengan logo NU, memiliki maksud bahwa generasi yang hidup di era milenia tidak boleh kehilangan nalar kritis terhadap pendidikan dan nalar sehat dalam memegang ajaran ASWAJA an Nahdliyah dalam menghadapi tuntutan perubahan dan perkembangan zaman.

Selain hal di atas, Erawan juga menuturkan bahwa dengan tampil sebagai sekolah bercirikan NU sebagai mainstream organisasi perlu juga ditularkan kepada madrasah lain. Sehingga semakin banyak lagi madrasah yang bangga dan percaya diri dengan tampil menunjukkan jati dirinya sebagai Nahdliyin yang bergerak dibidang pendidikan. Karena diakui atau tidak bahwa perjuangan menyemai benih-benih perdamaian dan deradikalisasi pelajar, merupakan tugas tambahan yang harus diambil di era modern kali ini, dan NU harus dihadirkan dalam mengambil peran-peran tersebut.