Pasukan cyber

 

Tulungagung – NU melawan Cyber Crime. Cyber Crime atau biasa disebut kejahatan di dunia maya akhir-akhir ini memang sedang ramai. Banyak orang dan golongan yang saling serang, dengan pemicu utamanya adalah politik kekuasaan. Dunia seakan dipenuhi dengan permusuhan, tapi benarkah hal itu? Tidak, karena itu hanyalah ulah cyber crime demi kepentingan pribadinya dan hanyalah hoax belaka.

Dalam kondisi saat ini, NU sebagai salah satu organisasi besar yang memiliki pengaruh besar pula dalam sejarah umat Islam, mengadakan latihan cyber army yang bertempat dikabupaten Tulungagung tepatnya kantor PC NU Tulungagung dan dilaksanakan selama dua hari pada sabtu dan minggu, 24-25 desember 2016.

Latihan cyber army di isi oleh beberapa pelatih (nara sumber) yaitu Opsir Muda Cyber Akbar Bahaulloh dari Puskomedia Indonesia – IT Developer. Ia menyampaikan beberapa hal diantaranya bagaimana cara membuat 1000 situs dalam waktu satu malam untuk menyerang situs-situs hoax dan bagaimana cara mengelolanya baik melalui pc maupun smartphone. Pelatih selanjutnya yaitu Laksamana Udara Muhammad Sururi dari TV9, ia menyampaikan tentang pentingnya mimilih kata yang tepat untuk judul, penyusunan kalimatnya dengan 5 w 1 h 5 w 1 h klik disini dan adanya sinkronisasi antara konten mulai dari gambar dan tulisan yang ada dalam sebuah jurnal sehingga bisa menjadi sorotan publik. Dan tak ketinggalan ia menyampaikan dalam melawan cyber crime tetaplah mempertimbangkan kemaslahatan umat, dan ini merupakan hal terpenting yang harus dikuasai oleh cyber army khususnya dan kaum nahdliyin pada umumnya.

Pelatihan diharapkan agar kaum nahdliyin (NU) bisa menggunakan cyber untuk media dakwah, tidak hanya dakwah melulu pada kegiatan real dilapangan tanpa cyber (media) sehingga minim jangkauan dan menyebabkan kurangnya pengetahuan umat terhadap dakwah dari NU, hal positif dari NU, karena cyber hanya dipenuhi oleh berita hoax dan rezim kebenaran.

Bersiap melawan cyber crime dan menegakan panji-panji NU demi utuhnya NKRI dan kemaslahatan umat.

 

(Luthfi Hakim)