Ketika Kyai Muhsin Ghozali menyampaikan taushiyah pada acara Halal bil Halal IKA PMII dan PMII Tulungagung pada tanggal 7 Juli 2017 di Cafe and Resto Liuur, beliau membuka pembahasan dengan cerita bahwa lahirnya PMII bukan karena hal yang ngawur dan asal-asalan. Tapi memang direstui dan dilahirkan dari NU. 

Jadi pada awal sebelum PMII lahir, saat itu tahun 1960, Mahbub Junaidi dan Subhan Z.E dipanggil oleh PBNU. Dihadapan Anwar Musaddat keduanya diberikan tugas oleh PBNU untuk Istikhoroh dan riyadhoh puasa 5 hari sebelum PMII mendirikan. Cerita ini belum tentu Sekretaris IKA PMII Jawa Timur tahu(canda Kyai Muhsin Ghozali sambil memandang Kang Yok Zakaria yang berada di belakang Kyai Muhsin). Jadi, kalau ngikut para pendiri, PMII ini puasa wajib dan sholat Jama’ahnya pasti komplit. Bagaimana tidak, lha wong puasa sunnah dan sholat Sunnah pun dilakoni oleh para pendiri PMII.

Perlu difahami pula, kenapa sebelum mendirikan PMII Mahbub Junaidi dan Subhan Z.E diperintahkan riyadhoh puasa dan sholat, karena hanya dengan puasa hawa nafsu bisa dikekang dan dikendalikan dan hanya di dalam sholatlah terdapat do’a yang memiliki makna dan tujuan luar biasa, karena doa yang ada dalam sholat tersebut mencakup kebutuhan dunia dan akhirat. Dan tidak banyak orang yang faham dan sadar bahwa doa itu sehari semalam dibaca 17 kali oleh kita. Doa yang dimaksud adalah doa saat duduk diantara dua sujud.

√ ROBIGHFIRLII,

√ WARHAMNII,

√ WAJBURNII,

√ WARFA’NII,

√ WARZUQNII,

√ WAHDINII,

√ WA’AAFINII,

√ WA’FUANNII

Begitu seringnya do’a tersebut dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a dan hanya melafalkan bacaan saja.

Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali sehari semalam. Coba kita renungi maknanya :

√ ROBIGHFIRLII.

Wahai Tuhanku ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah SWT. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan. Oleh karenanya di dalam doa ini kita minta pengampunan terhadap dosa-dosa kita.

√ WARHAMNII.

Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Allah, hidup kita akan terasa nyaman. Karena dengan kasih Sayang, akan dapat dicapai semua cita-cita. Dengan kasih sayang Allah, nafsu kita akan terbimbing.

√ WAJBURNII.

Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam, dengki dan lain-lain. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya. Karena segala kekuasaan adalah milik Allah.

√ WARFA’NII.

Tinggikanlah derajatku. 

Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita. Semuanya kita pasrahkan kepada Allah sang maha segala-galanya.

√ WARZUQNII.

Berikanlah aku rizki. Sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki dan Allah lah yang mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan. Allah maha pemberi rizki dengan cara apa pun dan bagaimana pun, jika Allah sudah berkehendak memberi rizqi, tidak ada hal yang mustahil.

√ WAHDINII.

Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya meminta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan akhirat, tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah untuk kebahagiaan di dunia. Segala yang baik menurut kita, belum tentu bermanfaat dan barokah bagi kita. Oleh karenanya kita memohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk dalam segala hal.

√ WA’AAFINII.

Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban orang lain. Karena kesehatan adalah modal dasar untuk melakukan kegiatan baik yang bersifat jasmani atau rohani.

√ WA’FUANNII.

Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Dari do’a tersebut diawali dengan do’a mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan ampunan untuk menghapus dosa. Sehingga kita berharap benar-benar bersih dari dosa.

Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita juga seperti itu.

Terkadang yang menjadi persoalan adalah posisi hati kita saat berdoa yang dibaca saat duduk diantara dua sujud itu ngadhepe hati sedang kemana? Bahkan banyak pula diantata kita yang tidak mengerti maknanya.

Padahal doa tersebut sangatlah dahsyat luar biasa. Dan masih banyak orang, entah dia berada pada posisi Imam sholat atau posisi menjadi makmum, sering tergesa-gesa membacanya. Seharusnya  tuma’nina dengan meresapi dan benar-benar meminta kepada Allah SWT. Karena doa tersebut meliputi hajat kita dunia dan akhirat. Marilah kita resapi dengan tuma’ninah semoga mendapatkan dahsyatnya do’a ini.(Din)