MUSLIMAT NU TANGGUNGGUNUNG MENYAMBUT TAHUN BARU 1439 HIJRIYYAAH.

Tulisan ini disusun oleh Bu Nyai Hj Durrotul Mahnunin, disela-sela kesibukan setelah ngisi acara Mauidhah Khasanah di Rutinan PAC Muslimat NU Tanggunggunung kemarin.

Bisa dibilang tulisan ini adalah late post. Tapi subtansi tulisan ini masih bernuansa Hijrah sebagaimana momentum yang pernah terjadi kepada para sahabat Nabi di 1439 tahun yang lalu. Hijrah dari kota Makkah ke Madinah dengan semangat perubahan dan ketundukkan menjalankan Sunnah Rosul dan syariat hamba untuk taat kepada perintah Allaah swt, yang disampaikan Kanjeng Nabi Muhammad saw kepada para umat Islam.

Tanggunggunung adalah wilayah Tulungagung pesisir Selatan dengan medan pegunungan dan kebun-kebun yang menghampar hijau tampak dari atas, saat kita melintas di sepanjang jalan menuju lokasi kecamatan Tanggunggunung. Seraya bertasbih. Subhanallah desiran angin seakan berbisik mengiringi perjalanan di hari Ahad, 24 September 2017, dalam rangka mengisi acara perayaan tahun baru Hijjriyah dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh PAC Muslimat NU Tanggunggunung.

Sesampai dilokasi, pertama kali suara terdengar adalah suara Khotimah yang mewakili PAC Muslimat Tanggunggunung “Alhamdulillaah, terimakasih lan matur suwun sanget bapak Wabup Tulungagung sekalian, ibu Wiwik Syahri Mulyo, bapak H.Suyadi sekalian dan rombongan, yang sudah berkenan rawuh pada acara hari ini. Saestu, niki kulo ndredek sanget, sebab seumur-umur, baru kali ini rutinan Muslimat NU Tanggunggunung dirawuhi para pejabat selengkap ini” pungkas Khotimah yang disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

Memang, Rutinan PAC Muslimat NU Tanggunggunung hari ini, berbeda dari biasanya. Perbedaanya adalah acara dibarengkan 3 hal sekaligus, rutian Muslimat NU dan Fatayat NU, perayaan pergantian tahun baru Hijriyah dan Santunan anak Yatim, yang juga di hadiri oleh para pejabat pemerintah daerah kabupaten Tulungagung.

Menempati halaman Kecamatan Tanggunggunung. Pra acara dimeriahkan dengan lantunan Sholawat oleh kelompok sholawat dari Remaja Tanggunggunung. Beranjak pukul 09:00 tak kurang dari 800 orang Muslimat NU yang hadir dan mengikuti acara Rutinan PAC Muslimat Tanggunggunung.

Setelah lantunan Sholawat kurang lebih 1 jam mengajak para hadirin untuk menyanjung kanjeng Rosul Muhammad SAW, acara rutinan Muslimat NU pun dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muslimat NU, Sholawat Nahdhiyah, Ya Lal wathan dan dilanjutkan Istighosah dan Tahlil Qoshor dan sambutan-sambutan, termasuk Wabup Bapak Maryoto Birowo juga memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan “Momen Tahun Baru Hijriyyah ini sangat pas untuk melaksanakan kegiatan yang positif, dengan membantu dan berbagi sesama yang membutuhkan. Supaya kita semua punya bekal besok di akhirat. Sebab kita masih sangat kurang untuk pantas masuk surga.
Sebagaiman yang ada pada syair ilahi last karya Abu Nawas. Betul kan ibu-ibu semuanya?” Penutup sambutan Wabup.

Setelah sambutan Wabup, acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim oleh Ranting Muslimat NU Tanggunggunung, yang juga turut memberikan santunan, Ibu Wiwik Syahri Mulyo, Wabup sekalian Ibu Siyuk Maryoto dan H.Suyadi beserta rombongan lainnya dan tak ketinggalan saya pun, mengambil peran dalam santunan, selain peran untuk Mauidhah Hasanah pada acara rutinan Muslimat NU yang giliranya akan disampaikan setelah acara penyerahan santunan anak yatim.

Ada beberapa pesan yang titik tekannya adalah pada bagaimana kita menghadapi dan menjalani hidup, serta ulasan makna Tahun Baru Hijriyyah yang berarti Hijrah adalah momentum berpindah dan berubah. Berpindah dari keburukan kepada kebaikan, berpindah dari bakhil, menuju kearah pribadi yang peduli. Dalam menjalani hidup kita juga penting belajar dan sabar dalam tiga hal, yaitu sabar dalam nikmat, sabar dalam kesulitan hidup dan sabar dalam menghadapi musibah.

Kesan pribadi dari acara rutinan tersebut betul-betul berjalan dengan khidmat walaupun tempatnya di wilayah pegunungan, dan para hadirin baru beranjak pulang kerumah masing-masing setelah pembacaan doa penutup, yang dipimpin oleh ketua Tandfidziyah MWC NU Tanggunggunug.

Satu kalimat untuk acara Muslimat NU Tanggunggunung hari ini…

Muslimat NU hebat…
Muslimat NU Luar Biasa…