Kamis, 3 Januari 2019 Tulungagung mendapatkan kehormatan disinggahi orang nomor satu di Indonesia, pak Jokowi orang menyebutnya. Tak banyak yang tahu nama panjang beliau, karena mereka mengenal nama Jokowi ketimbang nama Joko Widodo yang justru nama aslinya.

Begitu masuk perbatasan Tulungagung, tepatnya kecamatan Rejotangan yang juga berada tepat disekitar pasar Rejotangan, kondisi jalan macet tumpah ruah begitu mobil dengan pengawalan khusus melambatkan laju dan membuka kaca mobil, “pak Jokowi” teriakan histeris disambut senyum dan lambaian tangan sosok berbaju putih yang menyempatkan turun dari mobil bersalaman menyapa para pemanggilnya yang mengelu-elukannya.

Suasana beberapa saat menjadi haru, ibarat situasi perjumpaan seorang kekasih yang begitu dipuja dan dicinta nan terpisah lama oleh waktu dan keadaan. Jauh berbeda dengan kondisi yang tergambar via medsos, yang semuanya menghujat dan menyudutkan sang presiden.

Pak Jokowi sehat selalu ya, doa yang terucap dari seorang warga yang berbinar matanya, berkaca tanda tak percaya tapi nyata, bahwa pak presiden ada dihadapanya, tapi kerumunan manusia begitu banyak dan tak mampu dirinya mendekat. Hal yang sama juga terucap dari puluhan orang yang berada jauh dari kerumunan massa yang ingin menyentuh pemimpinnya atau sekedar meminta foto selfie sebagai jimat kemat bagi rakyat, tapi puluhan orang tersebut tak sempat.

Memang dunia nyata lebih ramah dari dunia maya, bahasa tubuh dan pandangan mata serta senyum ramah, terasa obat pendingin bara dan pelepas dahaga. Rakyat Tulungagung berharap engkau selalu sejahtera dan sehat menjalani tugas dan kewajiban sebagai pemimpin negara.

Kendati pun mereka hanya terbalas dengan lambaian tangan dan senyum Mr Presiden, sore ini, pak Jokowi menjadi topik bahasan warga Tulungagung yang mendoakan keberkahan kota Tulungagung dan warganya. Sebagaimana kita ketahui Tulungagung berasal dari nama Theleng Agung yang berarti “Sumber yang Agung”. Semoga keberkahan bagi kita semua.

Memang sulit menandingi popularitas Jokowi dalam pilpres 2019, oleh karenanya, apa pun yang dilakukan sang presiden akan jadi bahan cacian dan modal untuk menjatuhkan popularitas tersebut. Misalnya hadirnya Jan Etes sang cucu yang sejak dalam kandungan dan sampai hari ini mendapat cercaan dan hujatan dari lawan politik sang kakek. Namun justru sang cucu perkasa ini menjadi master yang tidak bisa ditandingi oleh sang lawan.