Setelah melakukan soft launching beberapa hari sebelumnya, maka pada hari Rabu, 06 September 2017 secara resmi, NUsantara Mart yang terletak di desa Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung Jawa Timur, di Launching oleh PWNU Jawa Timur yang secara langsung dihadiri oleh ketua Tanfidziyah PWNU Romo Kyai Mohammad Hasan Mutawakil Alallah, SH, MH.

Turut hadir pula, jajaran Pengurus Cabang NU se Jawa Timur beserta LazisNU dari berbagai kota di Jawa Timur, yang selain mengikuti lounching, juga dalam rangka belajar dan mempelajari bagaimana NUsantara Mart bisa terbentuk. Karena beberapa PCNU di Jawa Timur akan segera membentuk NUsantara Mart yang sama dalam waktu dekat sebagaimana disampaikan oleh Dr. Rubaidi (Wakil Ketua PWNNU Jawa Timur) dalam sambutannya, akan segera menyusul berdiri NUsantara Mart yang sama seperti ini sejumlah 19 unit di wilayah Jawa Timur pada tahun 2018 dan menyebar rata di seluruh PCNU seluruh Jawa Timur pada 2019.

Dalam sambutan panitia yang juga merangkap sambutan MWCNU Rejotangan, Drs. H. Hardiono menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya NUsantara Mart di Ranting NU Tenggur kecamatan Rejotangan kabupaten Tulungagung. Karena terwujudnya NUsantara Mart ini merupakan buah karya dari kaderisasi yang selanjutnya menentukan Rencana Tindak Lanjut(RTL) mewujudkan kemandirian ekonomi jama’ah dan jam’iyyah NU.

Turut hadir pula dalam Launching, seluruh jajaran Badan otonom dan MWCNU se Tulungagung, Bupati Tulungagung, dan warga NU Tulungagung beserta para pemegang saham NUsantara Mart yang total sahamnya sejumlah 4.960 lembar dan keseluruhan adalah milik warga NU di MWCNU Rejotangan. Memulai NUsantara Mart ini, seluruh elemen turut andil mensukseskan rencana dan gagasan yang awalnya digodog oleh Tim 12 yang terdiri dari alumni pengkaderan oleh Tim kaderisasi Cabang NU Tulungagung dan PWNU Jawa Timur.

Dalam geraknya, Tim 12 ini melakukan rihlah untuk mendapatkan informasi tempat study ngangsu kaweruh terkait keilmuan dan manajerial pengelolaan swalayan dan didapatilah PCNU Ponorogo yang memiliki Bintang Swalayan yang digawangi Pak Sugeng dan tim Bintang Swalayan. Setelah beberapa kali Tim 12 ini melakukan sharing dan belajar ke Ponorogo atau mendatangkan Tim Bintang Swalayan, dilanjutkanlah sosialisasi dan presentasi Tim 12 kepada MWCNU Rejotangan, seluruh Ranting dan Tim kaderisasi PCNU Tulungagung serta PWNU Jawa Timur.

Perjalanan sosialisasi tidak mulus begitu saja, mulai dari sosialisasi level Ranting-Ranting NU di Rejotangan, cemoohan, ejekan, sikap skeptis dan pesimistis warga bukan hal asing bagi para TIM 12 saat sosialisasi. Namun semuanya dijawab dengan rekor mampu menjual saham kepada warga NU dengan batasan maksimal satu orang hanya bisa membeli 100 lembar saham, dan untuk NUsantara Mart ini seluruh Ranting NU memiliki saham walau satu lembar bahkan ada warga yang bergandengan membeli saham NUsantara Mart.

Tentunya respon ini bukan karena tekanan siapa pun, tapi karena kekompakan kerja Tim 12 bersama MWCNU Rejotangan, dan munculnya kesadaran warga NU Rejotangan untuk membangun kemandirian ekonomi untuk Jamiyyah dan Jama’ah NU. Dan lebih unik lagi, dalam penjualan saham ini TIM 12 belum mensosialisasikan kepada Muslimat PAC NU Rejotangan karena khusus Muslimat, akan di proyeksikan untuk mendirikan NUsantara Mart di wilayah tempat lain di Wilayah Rejotangan.

Mengusung slogan “NUsantara Mart Belanja Mudah, Belanja Murah dan Barakah”. Hadir bukan untuk mematikan usaha warung tradisional yang sudah ada, tapi justru bisa bekerjasama untuk saling mendapat keuntungan dengan teknis yang sudah dipersiapkan. Bahkan kedepannya, apa yang dijual di NUsantara Mart adalah barang atau produk warga NU dan dibeli oleh NU sehingga perputaran uang memiliki manfaat untuk NU atau meminjam bahasa Kyai Mutawakil Alallah”Menjual dan Membeli untuk NU” sehingga tercipta enterprenuership warga NU.

Selain hal di atas, KH. Mutawakil juga berpesan kepada hadirin dalam menyikapi kondisi berita di media sosial yang beredar akhir-akhir ini. Kita harus pandai-pandai memfilter berita agar tidak menjadi korban medsos. Dalam bersikap terhadap fenomena bangsa, kita harus mengedepankan adab, bukan dengan demo aksi turun jalan. Sebagai mana penyikapan yang beradab ini telah dicontohkan oleh PKB dalam berkhidmad kepada Nahdlatul ulama’ dan bangsa Indonesia.

Hal lain yang perlu diketahui terkait NUsantara Mart adalah, NUsantara Mart bukanlah waralaba seperti yang sudah ada di Masyarakat saat ini, tapi merupakan kepemilikan bersama MWCNU dan warga NU Rejotangan, sehingga market fanatik sudah dapat terwujud, dan bukti nyatanya adalah grafik pendapatan yang terus naik dari hari pertama 13 juta saat softlaunching sampai Launching NUsantara Mart tadi Malam.

Fakta berdirinya NUsantara Mart di Tenggur Rejotangan adalah penafian terhadap persepsi bahwa warga NU sulit diajak maju dan mandiri dalam bidang ekonomi. Semuanya terbantah karena kegigihan dan kekompakan para kader NU yang luar biasa perjuangan dan keikhlasannya.

Apresiasi positif diberikan untuk warga NU Tulungagung dengan menyampaikan bahwa merujuk pada jumlah penduduk Tulungagung, maka jumlah ideal toko retail dan waralaba harusnya adalah 60 titik di seluruh Tulungagung. Sehingga akan ada banyak toko retail yang akan ditutup. Sehingga kesempatan NUsantara Mart untuk berkembang lebih leluasa, karena NUsantara Mart adalah milik warga setempat guna mewujudkan kemandirian ekonomi, kalau tidak dimulai sekarang trus mau kapan lagi?. (Din)