Sidoarjo,Sabtu 9 April 2017 sebagai hari dan tempat penyelenggaraan Istighosah Akbar seluruh warga NU dari pelosok Jawa Timur. Berbagai elemen NU Hadir mengikuti Istighosah yang bertema” Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah”. Mulai dari PCNU, Muslimat, Ansor, Banser, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, Pondok Pesantren se Jawa Timur dan Pasukan Semut pun mengikuti Istighosah.

Kehadiran Pasukan Semut kali ini merupakan langkah kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan mempersiapkan diri untuk membersihkan arena Delta Sidoarjo dari sampah selesai pagelaran hajat akbar warga Nahdliyin Jawa Timur. 

Kegiatan Istighosah Akbar ini dalam sejarah pelaksanaannya merupakan kegiatan keempat dari Istighosah akbar sebelumnya pada tahun 1999, 1998, dan 1996. Jika Kyai Khos sudah melaksanakan Istighosah, maka hal tersebut merupakan cara beliau-beliau untuk menyampaikan sambatnya atas segala permasalahan yang dihadapi.

Lantas masalah apa kiranya yang menjadi sambat para Kyai Khos dan warga Nahdliyin? Melihat fenomena kehidupan berbangsa dan bernegara akhir ini, mulai pola pemerintahan yang terpolarisasi dengan media sampai pada silangsengkarut kehidupan beragama yang mengarah pada Islam garis keras, yang mengancam persatuan bangsa dan negara, menjadi sambat yang berharap dengan Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah.

Kegiatan ini merupakan swadaya Warga Nahdliyin dengan kemandirian sebagai wujud kecintaan dan ta’dzim terhadap para Kyai sebagai penerus ajaran Rosulullah dan kecintaan terhadap organisasi NU. Salah besar jika selama ini ada yang berpendapat bahwa warga Nahdliyin tercerai dari akar rumput dan tidak ta’dhim pada para kyai atau tidak peduli pada organisasi. Disinilah kami warga NU membuktikan. Inilah Kami, warga NU dengan segala kemandirian dan ketulusan.

Perlu difahami pula, bahwa kegiatan ini bukan unjuk kekuatan untuk mempopulerkan Kyai NU, karena kendatipun stadiun Delta Sidoarjo tampak penuh sesak oleh warga Nahdliyin dari pelosok Jawa Timur, itu pun belum ada sepertiga kekuatan NU. 

Kegiatan Istighosah ini dalam kerangka kepedulian warga NU mencari solusi bangsa setelah usaha lahir maka perlu usaha batin dengan menyandarkan segala daya dan upaya kepada sang maha merajai segalanya Allah Azza wa jalla.

Sebagai penutup kegiatan Istighosah, kami mengaminkan doa para Kyai Khos NU yang bergantian memunajatkan doa demi persatuan, keselamatan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Usai acara, seluruh peserta dengan tertib memunguti sampah dan selanjutnya kembali ke daerah asal untuk kembali beraktifitas seperti sedia kala. Salam ber NU, Bergerak menjadi penyeimbang Bangsa dan penjaga NKRI.