Islam dan Nusantara telah jauh melampaui perjalanan dalam sejarah Indonesia masa kuno. Jejak awal munculnya Nusantara tidak serta merta menjelaskan ruang geosentris dalam kesatuan geopolitik sebagaimana Indonesia atau Asia Tenggara masa modern. Ideom Nusantara mula-mula penggambaran geografis dari suatau wilayah kepulauan dan tipologis masyrakat maritim yang berlayar dari pulau satu ke pelau yang lain.
Seperti halnya kitab Jataka yang mengisahkan perjalanan maritim biksu Budha India ke wilayah timur secara jelas menyebut Nusantara adalah wilayah yang dulu dikenal dengan nama Svarnabhumi, berdasarkan wiracrita legendaris Ramayana.Kemasyuran Nusantara, dalam kitab Jataka dikatakan sebagai penghasil utama Kayu gaharu dan “Kayu dupa” yang di perdagangkan sampai India hingga Alexandria, Mesir.

Ptolemus, seorang penulis Yunani pada abad 2 M, mengatakan bahwa ramuan pembalseman raja-raja mesir yang telah meninggal berasal dari bahan kapur dan minyak wangi Nusantara, Kapur Barus dan kayu gaharu. Barus diketahui memang produsen sejenis kemenyan sebagai bahan pengawet yang berada di Sumatara Utara. Menurut kajian etnografi, Madagaskar adalah keturunan orang orang Barus ketika mereka migrasi pada zaman kuno…..

(Bersambung)