Inovasi adalah menambahkan kretaifitas dari yang sudah ada menjadi lebih menarik. Saya contohkan hp, pada awalnya kita hanya tahu hp sebagai alat komunikasi telpon dan sms biasa, begitu ditambahi sistem android, maka fungsi hp berubah menjadi alat komunikasi dan alat utama yang harus ada dimananpun. Bahkan kalau para Kyai dahulu kemana-mana pegang tasbih, sekarang ganti kemana-mana pegang hp. Inovasi yang dilakukan adalah menggabungkan sistem hp yang lama dengan sistem android yang baru, akhirnya terjadilah kolaborasi dari inovasi yang menjadikan fungsi hp lebih menarik dari sebelumnya.

Sedangkan Pelajar Multidimensi adalah pelajar yang memiliki banyak talenta dan kecerdasan. Jika Dhaniel Goldman seorang Yahudi yang berhasil menemukan pemahaman tentang berbagai kecerdasan yang kemudian dikembangkan oleh Howard Gardner dengan Multiple Intelgensia, maka konsep yang ditulis dalam al-qur’an terkait bahasa di atas multiple intelgensia adalah ulul albab (seseorang yang pari purna), tidak hanya cerdas pikirannya, dan kuat semangatnya, tapi juga bersih hatinya, sehingga kecerdasan IQ, dipadu dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serta mampu diwujudkan dengan bahasa yang santun, perbuatan yang bijaksana, maka lahirlah pribadi yang pari purna.

Dua paragraf di atas adalah moderasi yang saya lakukan dari penyampaian ketua IPNU Mauludin Qoironi dan Indah Khoirun Nada saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam acara pelantikan IPNU dan IPPNU periode 2018- 2020yang dilaksanakan pada kemarin Ahad, 11 Nopember 2018.

Begitu datang, sambutan para kader IPNU dan IPPNU begitu luar biasa, CBP mengarahkan parkir para tamu, Roni sang ketua terpilih dan tim terima tamu, sudah berjajar rapi memakai dresscode jas abu-abu IPNU simbol kebesaran organisasi pelajar NU yang memiliki slogan Belajar, Berjuang, Bertaqwa. Disisi samping sebalah utara kantor PCNU juga demikian, rekanita Indah beserta tim juga sibuk menyambut para tamu yang mulai berdatangan.

Kesan pertama ketika masuk arena pelantikan IPNU dan IPPNU hari kemarin, ada kesan beda dari tampilan setting lokasi dibanding tampilan pelantikan yang sebelum-sebelumnya. Ada tempat selfi yang ditata dengan model berbeda, satu tempat bertema pelantikan, dan satu tempat lagi bertema visionary dengan background foro ketua IPNU dan IPPNU. Kesan mereka menata lokasi dengan detail dan menghindari berjubel memang diprioritaskan saat dilokasi bawah.

Sampai di atas, ruangan dengan kelambu penutup pencahayaan luar warna hijau (sayangnya tidak bertuliskan logo IPNU dan IPPNU) dan kursi ditata penuh dengan jumlah kisaran 600 undangan beserta kipas tambahan penyejuk ruangan 6 buah untuk menambah kapasitas kipas ruangan yang sudah ada. Konsep ruangan ditata tertutup dengan lighting panggung persis acara di Panasonic Award.

Tidak sampai disitu, konsep milenial, dengan inovasi tata letak ruangan juga dilengkapi dengan slide proyektor untuk pemaparan sambutan ketua IPNU dan IPPNU. Selain itu, sistem protokoler ajudan CBP dan KPP yang berdiri dibelakang pimpinan pelajar NU saat menyampaikan sambutan juga rangkaian wujud pengamanan dan pengabdian.

Musikalisasi setiap pergantian acara dan sebelum sambutan dimulai, dipadu lighting warna-warni, menjadikan suasana agak panas menjadi betah ingin menunggu apalagi ya, yang baru dan beda.

Pemilihan orator ilmiah “Mas Dr. Emil Listianto Dardak” juga menjadi penambah khas milenial muda energik dan inovatif. Terlepas mas Emil adalah wakil gubernur Jawa Timur terpilih yang juga Nahdliyin.

Kesimpulan saya, seluruh yang hadir kemarin, terpuaskan dengan kemasan acara yang cukup menarik dan milenial. Setiap acara pasti ada sisi kekurangan dan kesalahan, oleh karenanya, jika masih terdapat hal atau apapun bentuknya dan kurang berkenan dihati para undangan, saya menganggap wajar, terkecuali kesalahan personal oknum yang bertugas dalam rangkaian acara pelantikan yang sifatnya kurang tata krama dan kurang gupuh, suguh, aruh kepada undangan, ini namanya kekurang ajaran yang harus diluruskan agar tidak terulang lagi dimasa mendatang.
(Bersambung)

#KitaMulaiSekarang
#BelajarBerjuangBertaqwa