Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karenanya jumlah generasi muslim milenial, sudah pasti berada pada urutan terbesar dengan karakter yang tidak jauh beda dengan generasi milenial lain pada umumnya.

Generasi Millenial adalah mereka yang lahir antara 1981 – 1994 (ada juga yang menyebut generasi yang lahirvsebelum tahun 2000) mereka adalah usia produktif yang jadi sasaran dan bidikan produk, informasi dan hiburan. Bisa jadi mereka yang sangat produktif juga sangat konsumtive yang secara kuantitas mendominasi pasar.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ciri dan karakter generasi milenial ada tiga yaitu, pertama, percaya diri. Mereka adalah orang-orangbdengan kepercayaan diri yang tinggi, berani mengemukakan pendapat dan tidak sungkan berdebat di tempat umum dengan membahas masalah yang dianggap prifasi. Bahkan mereka akan cenderung membuktikan dari pada sekedar percaya pada iklan yang dibuat oleh perusahaan iklan.

Kedua, kreatif. Generasi milenial adalah generasi kreatif yang biasa berfikir diluar konteks keumuman, mereka kaya akan inovasi dan mampu mengkomunikasikan ide gagasan tersebut dengan cemerlang.

Ketiga, mereka pandai bersosialisasi, terutama dalam komunitas yang mereka ikuti dan serta aktif berselancar di media sosial dan internet dalam rangka update pengetahuan dan memperluas jaringan. Bahkan jika ditanya dan memilih HP atau TV, mereka lebih memilih HP.

Rasa ingin tahu yang besar untuk belajar agama generasi ini, menyebabkan mereka melahap berbagai sumber informasi terkait agama, dan dengan rasa percaya dirinya yang tinggi, generasi milenial, akan terbiasa mengartikulasikan pemahaman agama secara kreatif kepada orang lain melalui sosial dan internet.

Kiranya sebagai organisasi keagamaan, NU perlu memberikan proporsi yang lebih pada generasi millenial dengan memberikan segmentasi publik dan merangkul mereka dalam bingkai dakwah yang mencerdaskan, menyejukkan dan tetap dalam suasana perdamaian dan kebhinekaan.

Mau tidak mau, ya itulah kondisi sekarang menurut term yang digunakan berdasar pada fakta dan kebutuhan dunia. Jika kita terdiam, maka kita pun hanya mendapatkan hasil dari diam itu, tapi jika kita mampu menggagas, merencanakan, dan mempola generasi millenial yang jumlahnya sangat besar, maka generasi ini akan menjadi lahapan kepentingan kelompok dan perusahaan yang hanya mementingkan kepentingan pribda.

Sehingga perlu kemasan dakwah, kemasan kegiatan, kemasan produk, kemasan acara, kemasan penawaran, kemasan publikasi dan pemberitaan yang sesuai dengan kebutuhan generasi Millenial ini.

Ada kalimat menarik menurut saya, “Jika mau mengatasi masalah Indonesia. maka selesaikanlah dulu masalah yang dihadapi orang Islam, karena mayoritas orang Indonesia adalah orang Islam, dan Jika ingin masalah orang Islam teratasi, maka selesaikan lah masalah orang NU, karena mayoritas orang Islam Indonesia adalah orang NU”.

#Salam Generasi Millenial.