Suasana serasa beda ketika hari ini Jum’at, 20 Oktober 2017 masuk kampus IAIN Tulungagung. Pasalnya sejak pukul 06:00, lalu lalang mahasiswa mengenakan sarung dan mahasiswi berseragam hitam putih mewarnai pagi cerah di lingkungan IAIN Tulungagung. Ditambah lagi para dosen dengan seragam batik khas IAIN serta kopyah hitam bagi laki-laki juga tak seperti hari-hari biasanya.

Terlihat beberapa petugas sibuk mempersiapkan perlengkapan upacara di halaman gedung fakultas Ushuludin dan Adab. Disisi lain, tampak para dosen dari masing-masing fakultas dan prodi serta mahasiswa pasca sarjana, sibuk menata stand yang berisikan jajanan pasar dan menu khas ala Nusantara. Ternyata suasana beda tersebut adalah dalam rangka memeriahkan hari santri nasional yang khusus hari ini dilaksanakan apel hari santri yang diikuti oleh mahasiswa semester I sekitar 5.000, dan seluruh civitas akademik IAIN Tulungagung.

Bertindak selaku inspektur upacara, rektor IAIN Tulungagung, Prof. Dr. Maftuhin, M.Ag dengan tegas menyampaikan bahwa hari ini, para mahasiswa belajar dibawah bimbingan para dosen IAIN Tulungagung adalah dalam rangka mengambil spirit perjuangan resolusi jihad untuk menjadi pribadi yang merdeka secara sempurna. Merdeka dari kebodohan, keterbelakangan, dan merdeka dari kemiskinan nalar atau perbuatan. Jika dahulu bangsa Indonesia dijajah fisik oleh Belandan, Jepang dan sekutu-sekutunya, maka hari ini, penjajahan yang di alami bangsa Indonesia lebih komplek lagi. Karena musuh kita tidak terlihat langsung dengan mata telanjang. Tapi musuh kita hari ini adalah kemalasan, kebodohan, dan kemiskinan yang harus kita lawan dengan melakukan revolusi mental. Yakni dengan mendekontruksi dan merekontruksi mental kita dengan menghadirkan sistem pembelajaran baik dikelas maupun di luar kelas, agar semangat dan kecintaan kepada tanah air Indonesia terpatri erat dalam sanubari mahasiswa IAIN Tulungagung.

Jika pagi hari di IAIN Tulungagung ada pembelajaran Madin dan baca tulis al-Qur’an, ini adalah dalam rangka melaksanakan revolusi mental, agar mahasiswa memiliki integrasi keilmuan dan kerohanian yang komprehensif. Maklum kiranya jika waktu mahasiswa banyak terkuras untuk kegiatan akademik dan penunjang akademik, semata-mata dalam rangka menyiapkan generasi yang handal dan unggul di kampus IAIN Tulungagung. Karena waktu 4 tahun menjadi mahasiswa, bukanlah waktu yang lama. Ubahlah pemikiran mahasiswa jangan bertanya apa yang diberikan IAIN Tulungagung, tapi berpikirlah apa yang bisa saya berikan untuk IAIN Tulungagung, sedemikian pula, jangan bertanya”apa yang telah diberikan bangsa Indonesia padaku, tapi bertanyalah, apa yang telah aku berikan bagi bangsa Indonesia ini”. Jadi kalau waktu mahasiswa menjadi tidak sempat untuk pacaran, semata karena para dosen IAIN Tulungagung sadar, bahwa para mahasiswa adalah penerus masa depan, yang harus dipersiapkan menjadi generasi tanggung dan handal serta bermental petarung yang berakhlaqul karimah.

Disela-sela sambutanya, rektor IAIN Tulungagung mengajak mahasiswa untuk mendoakan para Profesor, para dosen dan seluruh keluarga besar IAIN Tulungagung selalu diberikan kesehatan, keikhlasan dalam mengajar, dan kesabaran dalam menjalankan tugas.

Selang beberapa saat apel hari santri selesai dilaksanakan, seluruh peserta apel disilakan untuk beramah tamah menuju stand di emperan gedung fakultas untuk menikmati jajanan pasar, dan pernak-pernik menu nusantara yang disiapkan oleh semua fakultas, prodi dan mahasiswa pasca sarjana yang sengaja disiapkan secara gratis, sebagai teladan pada mahasiswa IAIN Tulungagung untuk membiasakan berbagi dalam segala suasana kepada sesama. Dan rangkaian memeriahkan Hari Santri Nasional di IAIN Tulungagung akan digelar sampai tanggal 23 Oktober 2017 dalam berbagai bentuk kegiatan yang sudah disiapkan oleh civitas akademik IAIN Tulungagung.(Din)