Minggu pagi 30 Juli 2017 sekitar pukul 05:30 WIB satu armada bus dan satu mobil mini bus bergerak melaju dari kantor PCNU Tulungagung Jawa Timur untuk melakukan perjalanan study banding ke PCNU Sragen Jawa Tengah.

Study banding langsung dipimpin oleh ketua Tanfidziyah Tulungagung K.H. Abdul Hakim Mustofa dengan di dampingi wakil ketua Mohammad Fatah Masrun, M.SI, Ketua RMI K.H. Bagus Ahmadi, M.Sy, M.Pd., Lakpesdam NU, dan perwakilan dari MWCNU se Tulungagung dan khusus pasukan komplit dari MWCNU Pucanglaban dan Tanggung Gunung yang terdiri dari perwakilan unsur: MWCNU, PAC Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU dari kedua kecamatan(Pucanglaban dan Tanggung Gunung).

Tujuan study banding ke PCNU Sragen adalah dalam rangka belajar manajemen dan teknis Koin NU yang pernah di lounching di PCNU Sragen oleh PBNU pada tanggal 14 April 2017 dan menjadi program Nasional untuk warga NU. Sebagaimana diketahui, Sragen tidak hanya tempat lounching gerakan koin NU, tapi memang sudah tertata secara mangemen dan teknis sejak 2014 dimulai dari semangat K.H Ma’ruf Islamudin yang saat itu memulai gerakan dari MWCNU tempat domisili beliau.

Setelah beberapa jam perjalanan, sekitat pukul 11:00 dihari yang sama rombongan sampai di kantor PCNU Sragen dan disambut hangat oleh Ketua Lazis NU Cabang Sragen Suryanto, M.Pd.I beserta tim. Dalam sambutannya, Ketua Lazisnu yang juga merangkap sebagai jajaran Prngurus Harian di PCNU Sragen menyampaikan bahwa K.H Ma’ruf Islamudin selaku ketua Tanfidziyah Sragen, belum bisa menyambut langsung kehadiran panjenengan karena ada pertemuan NU se Solo Raya dan nanti Insyaallah akan hadir di atas jam 12:00 w

Dimulai dengan sambutan dari Kedua PCNU Sragen dan Tulungagung, untuk memaksimalkan waktu, maka Lazisnu Sragen langsung memberikan pemaparan terkait Koin NU yang poin-poinnya sebagai berikut: nama KOIN NU kami maknai sebagai Kotak Infaq NU, walaupun juga benar jika dimaknai koin(uang koin) milik NU. Semangat ngurusi Koin NU leading sektornya adalah Lazisnu yang berada di PCNU, dan ditingkat MWCNU disebut UPZ NU yang di SK oleh Lazisnu Cabang. Teknisnya adalah dengan mensosialisasikan “Gerakan Seribu Rupiah KOIN NU” oleh Lazisnu Srage pada MWC, UPZ NU,sampai tingkatan ranting NU. Memang 1 Kotak NU itu kita sampaikan bahwa warga NU, kita sosialisasikan untuk berinfaq seribu rupiah tiap bulan, tapi batas maksimalnya juga tidak kita batasi. Dan faktanya, isi kotak ada yang lima belas ribu, seratus ribu, ada yang lima puluh ribu, ada juga lima ratus ribu perbulan dari satu kotak warga NU. Gerakan Koin NU di Sragen dimulai dari pengurus NU sendiri, tidak mungkin kita ngajak kalau kita tidak melakukan dan nyontoni. Koin NU di Sragen ini dikumpulkan dari warga langsung tiap rumah diambil petugas langsung dimasukkan kantong beras, setelah terkumpul satu ranting, baru di hitung. Kami tidak mencatat detail isi kotak dari tiap warga NU, dan kami hanya menjumlah perolehan koin satu ranting, supaya yang ngisi sedikit tidak malu dan yang ngisi banyak juga tidak sombong. Selanjutnya uang koin tersebut kami bawa waktu acara selapan di MWCNU dan disitu kami sampaikan perolehan koin NU dari ranting A sekian, B sekian dan jumlahnya dari MWC sekian, dan ternyata ini justru mampu menyemangati warga NU masing-masing ranting untuk meningkatkan isi koin di ranting mereka. Total koin NU di PCNU Sragen tiap bulan adalah kisaran “Empat ratus juta rupiah” dan angka ini terus bertambah. Peruntukan Koin NU di PCNU Sragen adalah untuk program besar NU Sragen yang kami bagi menjadi tiga yakni: Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi. Dibidang kesehatan, hari ini kita dalam rangka mewujudkan pembangunan rumah sakit NU di 4 titik dengan dana talangan dari PBNU dan donatur lain, PCNU Sragen hanya diminta menyediakan tempat dan perijinan. Sementara di bidang Ekonomi, PCNU Sragen punya NU Trans dengan Satu Armada Bus yang dikellola LPNU yang mengcover kebutuhan transportasi warga NU misal Ziarah, mantenan, tour Jawa Bali berapa pun butuhnya armada, LPNU akan siapkan dan harga lebih murah dengan pelayanan prima. Sedangkan uang koin setelah dihitung akan kami simpan di BMT miliknya Ansor Cababang Sragen. Sedangkan pengambilan dan penghitungan Koin kami percayakan pada IPNU IPPNU, Fatayat,Muslimat dengan pembagian 20 persen Ranting NU, 30 persen MWCNU, dan 50 persen untuk PCNU. Pembagian ini tidak kami wujudkan uang, tapi kegiatan, jadi misalnya MWCNU punya kegiatan, ajukan proposal ke Lazisnu. Ranting juga demikian. Dan sebagai catatan, sekalipun Lazisnu pegang uang, tetap wajib taat pada PCNU. Sekali lagi Koin NU ini kita peruntukkan kegiatan -kegiatan besar NU.

Disela-sela pemaparan Ketua Lazisnu Sragen, Ketua Tanfidziyah K.H Ma’ruf Islamudin hadir dan memberikan tambahan keterangan serta kunci sukses KOIN NU Sragen. Menurut Kyai Ma’ruf Islamudin, kunci sujses KOIN NU Sragen adalah, pertama: Sistem dan Manajemen, kita sering di olok-olok kelompok lain bahwa NU tidak rapi, tidak tertib, tidak bisa manajemen, dll. Ini tantangan yang harus dijawab dengan perubahan, KOIN NU Sragen sistemnya sudah kita buat, manajemennya juga kita tata, jadi kalau nanti panjenengan niru Sragen, kok gak apik, kui nirune mesti gak podo Sragen. Jadi sistem pelaporan, bentuk kotak, aturan dan tugas sudah kita siapkan. Kedua, Saya meniru manajemen Allah. Kita faham dan ngerti bahwa Allah SWT maha segalannya, tapi Allah menata Malaikat dengan tugas berbeda masing-masingnya, ada yang nyabut nyawa, ada yang membagi rizki, ada yang nyatet amal dll. Semuanya di tata dan gak boleh kliru. Ketiga, kita harus berbasis Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Semua orang baik pasti ada jeleknya,tapi pasti banyak yang baiknya, sementara orang yang perbuatanya jelek, pasti ada baiknya, tapi yang banyak adalah jeleknya. Oleh karenanya Perencaan, pelaksanaan, dan evaluasi adalah proses atau sebab yang nantinya melahirkan musabab/hasil. KOIN NU Sragen tidak akan ada jika perencanaanya tidak mateng, mulai ada tim 9, rapat, diskusi dan dilanjut sosialisasi serta distribusi kotak sebagai pelaksanaan program dan hasilnya kita evaluasi. Tentunya semuanya tidak lepas dari niat yang baik. Sama halnya dengan bentuk kotak koin NU ini 9cm persegi. Niatnya ya Tabarukan bintang songo, wali songo. Kita juga ajarkan ke anak-anak kita dirumah, ayo le, nduk, bismilah niat ingsun nyemplungne koin NU, mugo dadi anak sholeh sholihah, mugo ujiane lulus, mugo kuliahe lancar. Ini penting kaitannya menata niat. PCNU kudu Sugih, ojo gampang maido wargane. Dengan adanya koin NU, PCNU Sragen ndak pernah njaluk-njaluk ke Pemkab, atau bahasane ngubengne proposal ngalor ngidul, meskipun masih ada bantuan dari pemkab dan partai PKB dan lainnya, itu kita gak minta-minta, kita tetap terima, tapi ojo njaluk itu prinsip PCNU Sragen. Setiap Saya ngaji kemana pun, sampai ke Lampung, soal KOIN NU juga saya sampaikan. Kita itu besar, tinggal mau memulai, melakoni dan mengevaluasi, serta menindaklanjuti saja. Pungkas Kyai Ma’ruf Islamudin dengan mengucap Allahumma Sholli ala Muhammad.

Selanjutnya sesi tanya jawab yang berlangsung seru dan gayeng sampai-sampai gak kerasa sarasehan study banding sudah hampir tiga setengah Jam. Sebagai penutup Ketua Tanfidziyah PCNU Tulungagung K.H Abdul Hakim Mustofa menyampaikan akan mengumpulkan Seluruh jajaran pengurus dan Banom di PCNU Tulungagung dan mengundang khusus K.H. Ma’ruf Islamudin ke Tulungagung untuk sosialisasi KOIN NU lebih detail sebagai respon setelah study banding pertama ke Sragen.(Din)