Siapa yang hari ini tidak memegang android smart phone? Jika pertanyaan ini dilontarkan, maka dapat dipastikan, semua audiens akan saling tengok satu dan lainya untuk saling memastikan seraya bergumam “masa iya ada, yang hari gini gak punya android”.

Android sudah menjadi barang wajib ada dan dibawa kemanapun pergi. Bahkan ada seorang karyawan yang dengan tergopoh-gopoh kembali lagi ke rumah, saat mengetahui HP nya ketinggalan.

Sementara, seorang laki-laki sangat konsen dengan HP nya sehingga saat pulang dari Mall, lupa bahwa sang Istri ketinggal di Mall. Lha anehnya, dia nelpon istrinya dan nyuruh mesen Ojek Online untuk mengantar pulang. Berbeda ekspresi saat HP yang tertinggal.

Munculnya telpon pintar, membuat kreatifitas tak terbatasi dimensi ruang dan waktu, misalnya kita ingin menuntaskan kerjaan berbasis data, editing, tulis-menulis atau data desain, semuanya terfasilitasi oleh HP Android Smart Phone. Sampai terkadang, ada pemilik smart phone yang kalah smart dengan HP nya. Jadi HP nya keluaran terbaru, sementara pemakainya hanya bisa telpon saja.

Munculnya smart phone juga membawa gaya malas membaca semakin menjadi, karena kecenderungan mayoritas pemegang smart phone adalah melihat gambar dan menonton vidio atau nge game.

Wujud gambar meme dan vidio simpel yang menarik, lebih banyak diminati masyarakat medsos dibandingkan tulisan panjang berbaris-baris dan terdiri banyak paragrap. Sehingga terjadi peningkatan pembuat meme dan vidio dengan tema yang beragam.

Sayangnya, tidak semua kreatifitas tersebut diniati dengan tulus dan benar. Ada pula yang niatnya membuat meme dan vidio untuk propaganda dan mengadu domba antar kelompok. Mereka sengaja melakukan editing dan manipulasi keterangan atau menggabung beberapa vidio yang akhirnya menjadikan pemahaman berbeda dan””salah kaprah”.

Perlu melakukan tabayyun untuk mendapatkan informasi dan keterangan apakah yang sebenarnya terjadi, jangan sampai sudah berbusa-busa tapi ternyata salah atau tidak mengerti yang sebenarnya.

Contoh kecilnya, ketika kemarin prnutupan Asian Games di GBK, ada caption pengibaran bendera China dan menyanyikan lagu kebangsaan China, maka saat itu juga viral meme yang berisi cemoohan pada pemerintah dengan mengkaitkan komunis, bahkan ada yang membuat status di FB dan cuitan di Twitter begini “Hanya diera Jokowi, bendera China komunis dan lagunya dinyanyikan dihadapan ratusan negara di GBK”.

Padahal pengibaran bendera China dan menyanyikan lagu kebangsaan China, sebagai tanda, bahwa perhelatan Asian Games berikutnya, China akan menjadi tuan rumah. Oleh karenanya, saat upara penutupan, bendera calon tuan rumah dan lagu kebangsaannya diperdengarkan. Ini memang kesepakatan yang sudah menjadi aturan dan SOP di Asian Games.

Maka, sekali lagi, tabayyun atau klarifikasi menjadi kebutuhan penting, sebelum kita share informasi dan share meme dari berbagai grup yang di dapat atau disebut grup sebelah. Jangan sampai terjadi salah faham, dari sumber yang salah. Ingat, di era medsos, era editing, tidak ada yang tidak bisa direkayasa.

Jika dahulu semua masalah telematika ditanyakan kepada Roy Suryo, sekarang Roy Suryo pun tidak dikenal sebagai pakar telematika, tapi sebagai mantan menpora yang nyinyir kepada prestasi menpora hari ini.

Saya cantumkan gambar hasil editan yang diviralkan di medsos hari ini. Gambar yang atas, adalah gambar mahasiswa UMM Malang sedang pengenalan kampus, mereka berkumpul dengan membentuk formasi kepulauan Indonesia. Gambar di bawah, adalah hadil editan yang membentuk tulisan dan taggar ganti presiden. Dibawahnya afa tulisan “keren nich….dst,” adalah ulah pelaku medsos yang sengaja mempropaganda atau memang tidak tahu dan tidak tabayyun.