Musibah banjir yang menimpa kabupaten Pacitan begitu memilukan. Banjir yang disebabkan jebolnya tanggul sungai di Pacitan karena curah hujan yang begitu deras menyebabkan hampir seluruh daerah terendam air setinggi 1,5 m. Sehingga perekonomian dan kegiatan lain di kota tersebut lumpuh total dalam beberapa hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan longsornya beberapa bukit yang menyebabkan akses penghubung kota Pacitan dengan kabupaten tetangga seperti Trenggalek, dan Ponorogo sempat tertutup.

Berawal dari informasi dan broadcast inilah, Ikatan Keluarga PMII Tulungagung, PMII Cabang Tulungagung dan Tulungagung Bersahaja yang merupakan relawan sosial dan beberapa donatur yang tidak mau disebutkan identitasnya, tergerak untuk menghimpun donasi baik natura(barang bukan uang) maupun donasi berupa uang yang rencananya besok pagi, Sabtu, 2 Desember 2017 akan disalurkan kepada para korban musibah banjir di Pacitan.

Penyaluran bantuan tersebut, dikumpulkan menjadi satu dengan rincian uang sebesar Rp.11.500.000,(dari pengumpulan berbagai unsur), satu karung pakaian layak pakai(natura), satu kardus pembalut, mie instant, minyak goreng, dan pampers. Semuanya dibawa ke kantor PCNU Tulungagung untuk disatukan dengan donasi yang digalang oleh PCNU melalui LPBI PCNU Tulungagung.

Selain itu, beberapa relawan sosial dari Tulungagung Bersahaja, juga ikut menghantar pendistribusian ke Pacitan dengan mengikuti rombongan pengangkut bantuan yang disiapkan oleh LPBI PCNU Tulungagung.

Penghimpunan donasi ini berlangsung mengalir begitu saja dengan memanfaatkan media sosial yang di share ke grup WA IKAPMII yang ditindak lanjuti dengan membuat list donatur untuk ditulis jenis bantuan sampai pada nominal berapa yang disetorkan, ditransferkan atau juga harus diambil oleh para relawan.

Secara sukarela, seluruh relawan saling bantu melakukan packing barang untuk memudahkan pengangkutan dan pendistribusian bantuan sebelum ke berangkat ke Pacitan, teriring harapan dan doa, semoga sedikit yang kami lakukan dan berikan, mampu memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di Pacitan. Sembari berucap”Warga Pacitan adalah saudara kita, jika satu saudara sakit, maka kita harus bangkit dan bergerak membantunya”.(Din).