Dakwah secara umum artinya ialah mengajak, terutama mengajak orang untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah. Sehingga pengajak juga sadar dengan apa yang menjadi konten dakwahnya, karena mustahil orang yang tidak faham konten dakwah, akan mampu menyampaikan ajakannya dengan penuh semangat dan apreseasi yang penuh kepercayaan. Ibarat burung beo yang mampu meniru apa yang diajarkan kepadanya, tapi tak sedikit pun mengamalkan semua yang diucapnya.

Ada dua tingkatan dalam berdakwah yakni: pertama, Dakwah dalam bentuk kritik Si pendakwah sebenarnya memiliki akal yang bagus, analisa yang tajam sehingga bisa mengetahui kondisi masyarakat atau objek dakwahnya, akan tetapi, hati nya belum bisa berkasih sayang. Maksudnya dia hanya memaparkan suatu problem tanpa memberi solusi. Apa yang disampaikan si Pendakwah adalah bahasa lisan yang tidak muncul dari basis pengalaman atau sekedar hafal urutan yang ada dalam konsep dan teks yang disusunnya.

Kedua, dakwah dalam bentuk nasihat yang selain memiliki akal yang bagus, pendakwah juga punya hati yang penuh kasih sayang kepada objek dakwah. Hasilnya dalam setiap seruannya selain memaparkan suatu permasalahan juga ditambah dengan solusi, cara, tools untuk membenahi permasalahan tersebut.

Jadi, kunci dari dakwah ialah akal yang sehat. Sedangkan untuk melatih akal yang sehat, bisa dengan banyak membaca, belajar menganalisa sesuatu dan menjaga hati selalu penuh kasih sayang. Tanpa mau membiasakan menjaga akal sehat, maka dijamin pendakwah akan tampil kayak orang nglindur tanpa bisa dilacak dan dipertahankan sumbernya.

Faktor yang menjadikan hati terhalang dari rasa kasih sayang ialah kedengkian, kebencian, takut kehilangan sesuatu, ujub yaitu ingin mendapat pengikut, memandang rendah objek dakwah sebagai manusia yang sempurna. Intinya semakin banyak tuntutan dan harapan, maka pikiran buruk kepada objek dakwah juga semakin tebal, sehingga saking tebalnya penghalang, maka kasih sayang yang harusnya menjadi cerminan keteladanan justru tak nampak dalam perilaku sosial.

Dalam pembahasan dakwah kali ini, ada pengecualian dalam pembahasan yakni item ‘dakwah’ yang isinya menghina, memfitnah, mengajak yang punya dalil untuk meninggalkan amalannya sebagai suatu jenis dakwah. Karena hal itu cuma bentuk dari egoisme, kesempitan berfikir suatu kelompok, yang dilakukan bukan jalan mengajak seseorang kepada Allah melainkan cuma ajang mengajak orang kepada kelompok dan kepentingannya.

Semoga Allah menjaga iman kita dan menjadikan kita sebagai sebab musabab orang mengenal-Nya, kembali kepada-Nya, cinta kepada Allah dan Rasulnya. Allahumma Sholli a’la Sayyidina Muhammad wa ala alihi washobihi wasalim