Ditangan seorang yang memiliki kecerdasan Humoris, masalah rumit hanya disederhanakan dengan kalimat guyonan yang simple dan update. Memang! Tak mudah membuat suasana menjadi cair tanpa batas dengan penuh keakraban. Tak semua orang mampu mengajak orang orang sekitarnya menjadi bahagia walaupun sekedar tertawa sebentar. Butuh kecerdasan lebih untuk menjadikan lingkungannya tampak ceria tanpa tutup tirai perbedaan. Dunia tanpa ketakutan, ketegangan dan kecemasan. Sehingga lahir kebersamaan yang nyaman dan damai.

Menertawakan orang lain, tapi obyek yang ditertawakan malah ikut tertawa lepas tanpa tekanan dan seringan kapas.

Menasehati orang lain, tapi yang dinasehati justru semangat dan berucap terima kasih tanda senang dan bangga menjadi pembahasan.

Meledek orang lain, tapi yang diledek malah merasa diperhatikan seakan disanjung bak juara yang di arak dalam pesta kemenangan.

Apa kunci dari semua itu? Aktor yang mempunyai jiwa keteladanan, kepercayaan dan sejarah kebaikan serta konsisten menyemai perdamaian. Sosok yang mulai sulit ditemukan di era sekarang, karena semuanya dibingkai hitam putih yang kaku dan berwajah marah. Sampai-sampai kalimat Takbir pun ikut dianggap sangar karena Takbir sering digunakan untuk awalan menyerbu lawan. Sungguh sosok Humoris, familiar, egaliter berwibawa dan sholeh nan selalu dirindukan. Bertemunya laksana menenggelamkan diri dalam berkah. Memandangnya terasa mengisi energi yang telah terkuras. Mendengarkannya terasa mendapatkan berjuta-juta hikmah dalam balutan canda yang terkndali. Candaan yang tidak bermaksud bablas dalam suasana guyonan kekonyolan.

Bagi mereka, dunia yang rumit ini, telah ia sederhanakan. Sehingga orang punya optimisme. Sungguh, benar-benar orang hebat. Yang selalu membalut kehebatannya dengan ketidak hebatan berupa humor pemantik suasana beku menjadi cair.

Engkau faham siapa kawan dan siapa lawanmu. Tapi engkau rangkul dengan bahasa kebutuhan konsumenmu. Si A kau tanggapi dengan santai, Si B kau akrabi dengan menjiwai dan larut dalam hobi. 

Kau di dewakan tapi tak mabuk kepayang. Kau di idolakan tapi sopanmu tak kelunturan. Humormu memang menyederhanakan rumitnya masalah, menjadi perekat simpul beda. Ilmu dan pengetahuanmu tercurah dari kalimat simpel mencerahkan.