Dewasa ini informasi dengan begitu mudahnya kita dapatkan, entah via hp android dengan berselancar di dunia maya atau via grup WA. Hanya dengan bermodal paketan data internet atau modal dua ribu rupiah dengan datang ke warung kopi dengan nanya password wifi, maka urusan ngeshare atau browsing menjadi hal mudah semudah mengedipkan mata.

Kebanyakan warga negara Indonesia dalam bermedsos masih berada pada tahap euforia karena baru mengenal medsos, berbeda dengan negara maju yang menggunakan medsos untuk mempengaruhi orang lain baik dalam hal opini, teknologi, marketing, atau sengaja untuk mengideologisasi dalam kerangka perang pemikiran.

Ibarat anak kecil yang baru kenal dengan barang baru, maka kemana pun barang baru tersebut di bawa dan menjadi tema dalam segala kesempatan, dan inilah yang dilakukan warga negara Indonesia dalam skala mayoritas yang secara kategori masuk pada golongan masyarakat yang baru saja mengenal medsos dibanding warga dunia dari berbagai negara.

Berbagai gaya pun mewarnai para new camer pengguna medsos ini, mulai gaya ngustadz sampai gaya ilmuan yang sudah nglontok berbagai disiplin ilmu muncul jadi kebiasaan, yang pada hal mereka hanya copas dan forward(membagikan) tanpa tahu isi dan subtansi yang mereka forward. Berbanding berbalik dengan yang dilakukan para pemain yang sudah memahami android dan medsos adalah alat komunikasi yang bisa digunakan sebagai media marketing atau media propaganda. Mereka secara masif menggunakan media ini sebagai ajang mempublikasikan produk dan mempengaruhi orang lain. Perbandingan pengguna medsos ini ibarat kalimat”para pengguna yang faham menggangap medsos sebagai alat mempengaruhi sedangkan dilain pihak menganggap sebagai alat yang menghibur”. 

Para pengguna medsos yang tergolong baru ini ketika terlelap dalam euforia forward dan copas, sudah tidak berfikir dengan dua pertanyaan mendasar sebelum membagikan tulisan atau berita. Padahal dengan modal dua pertanyaan ini kita akan sadar seberapa pentingnya mencerna sebuah berita sebelum membagikan. 

Dua pertanyaan mendasar sebelum membagikan berita atau informasi di medsos adalah: pertama, “Benarkah informasi tersebut? Kedua, “Apakah manfaat membagikan informasi tersebut”?. Dengan kedua modal pertanyaan ini, minimal kita akan terfilter sehingga tidak asal membagikan informasi yangbtidak benar atau informasi yang tidak bermanfaat. Sehingga kita tidak terjebak dalam debat kusir yang tiada jelas ujung pangkalnya. Jika dahulu Nokia punya semboyan”Conecting the people” yang bermaksud menyambungkan silaturahmi antar manusia, bukankah media sosial juga jembatan untuk menyambung silaturahmi antar kita sesama saudara sebangsa? Bukan untuk mengkotak-kotakkan kelompok yang akhirnya justru mengkerdilkan kita dan memutus persaudaraan. Mari cerdas bermedsos. Bukan sekedar Jarkoni( sering ber ujar tapi tidak bisa nglakoni) atau hanya menjadi Sharkoni( suka ngeshare tapi juga gak nglakoni.