Jika Anda tidak paham dengan seluk-beluk kesejarahan dan studi tentang percadaran, mungkin anda akan mengira kalau foto-foto di atas adalah sekelompok perempuan muslimah di Arab atau kawasan lain. Padahal tidak. Mereka adalah para perempuan Yahudi. Foto tiga orang bercadar yang mirip niqab di sejumlah negara Arab Teluk ini adalah para perempuan “Yahudi Yaman”.

Komunitas Yahudi Yaman atau al-Yahudu al-Yamaniyun yang konon masih “keluarga besar” Yahudi Mizrahi sudah ada ribuan tahun sebelum Islam lahir di Jazirah Arabia.

Mereka memiliki tradisi agama yang unik, beda dengan kelompok Yahudi lain seperti Ashkenazi, Sephardi, dan lain sebagiannya. Meskipun bernama “Yahudi Yaman”, mereka bukan berarti cuma tinggal di Yaman. Banyak dari mereka yang tinggal di Israel, Amerika, dan negara lain di dunia dan tetap menyebut diri sebagai Yahudi Yaman.

Sedangkan foto dua perempaun (bersama anak-anak) yang mengenakan cadar mirip burqa adalah komunitas Yahudi Heredi di Israel. Kelompok perempuan Yahudi bercadar di Israel ini dikenal dengan sebutan “Nesot HaSalem” atau “Perempuan yang memakai syal”. Karena memakai cadar mirip perempuan di zaman rezim Taliban di Afganistan, mereka pun kadang disebut “Yahudi Taliban”. Kain cadar itu mereka namakan “frumka”.

Baik Yahudi Yamani maupun Yahudi Heredi adalah contoh kecil dari komunitas “Yahudi Garis Lurus” (masih ada sejumlah kelompok Yahudi lain yang berhijab dan bercadar) yang mengklaim bahwa cadar itu adalah asal-usulnya merupakan “tradisi Yahudi” (bukan “tradisi Islam” atau “tradisi Arab”) seperti termaktub dalam teks-teks keagamaan mereka. Oleh karena itu, tidak heran jika perempuan dari kelompok literalis Yahudi ini selalu mengenakan cadar jika keluar rumah dan berada di tempat-tempat umum.