​Menelaah dawuh Habib Ali Jumu’ah dalam penyikapn sebuah perkara, beliau mengatakan, ada sekitar 100 permasalahan yang selalu dipertanyakan dan disibukkan oleh umat Islam di abad ini. Terkadang memang dengan disengaja, tapi lebih seringnya tanpa disadari. Sampai-sampai permasalahan ini menjadi parameter yang menunjukkan golongon-golongan dan sebuah ujian yang memecah belah umat Islam. 

Bahayanya, banyak golongan dari masyarakat yang mengklaim bahwa permasalahan ini adalah permasalahan yang qath’i: yang sudah pasti, dan tidak boleh ada perbedaan pendapat, dan mereka lah satu-satunya yang benar. Hingga jika ada yang mengungkapkan pendapat yang berbeda, mereka dituduh sebagai orang fasik, melenceng, atau minimal ia dituduh tidak berpegang teguh pada agama, atau tidak cinta Nabi Saw, keras hati, atau bahkan dituduh sebagai munafik, zindiq, atau musyrik.

Sungguh umat Islam terlalu sibuk dengan pemasalahan ini. Padahal jelas semua masalah ini adalah masalah khilāfiah (yang memang ada perbedaan pendapat di dalamnya), dan jelas setiap mazhab memiliki dalil, dan jelas bahwa permasalahan-permasalahan yang disepakati oleh umat Islam jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih besar dibanding permasalahan yang diperdebatkan atau khilafiah ini.

Coba renungkan ini: menurut penelitian, jumlah semua pembahasan fikih Islam lebih dari satu juta permasalahan. Jika inti masalah khilāfiah yang menyibukkan kita ada 100 masalah, maka perbandingannya adalah 1:10.000 (1 masalah setiap 10 ribu masalah).

Apakah logis dan masuk akal jika kita semua sepakat di 10.000 masalah, kemudian kita saling bertikai dan membunuh, karena kita berbeda di satu masalah saja?? Hal ini adalah jihad yang tidak berlandaskan kesadaran ilmiah. Dan sungguh ini menunjukkan kepada kosongnya akal, kosongnya pemahaman, dan jangan sampai terjadi pada dirimu kekosongan agama. 

Dari paparan di atas dapatlah kita menyimpulkan, sebenarnya mencari subtansi persamaan lebih maslahah ketimbang mempertarungkan argumen dalam perdebadan Furu’iyah. Masih banyak masalah keumatan yang harus dikawal menuju peradaban yang bermanfaat bagi seluruh alam.