Oleh: Nuruddin

Kalimat keesaan Allah.
Kalimat tauhid sebutannya
Kalimat yang dengannya kami bersaksi
Bahwa tiada tuhan selain Allah

Kalimat suci nan paling benar
Menyulut emosi jika dibakar
Semua kan pasti membela
Walaupun tak mengerti makna

Dinegaraku kalimat ini jadi tenar
Bukan karena baru didengar
Tapi karena ulah para pengibar
Pelukis kalimat benar untuk yang tidak benar

Mereka lukis untuk bendera HTI
Walaupun akhirnya mereka ingkari
Walaupun bukti jejak digital berbunyi HTI
Mulut mereka tetap mengingkari

Mereka sablon kalimat tauhid
Mereka sebarkan kalimat tauhid
Pada topi, kaos, bendera dan ikat kepala
Mereka bawa untuk pengakuan sang pembela

Benarkah mereka membela kalimat tauhid?
Atau sekedar merawat aksi berjilid-jilid?
Kalimat haq yang dimanipulasi dengan emosi
Demi syahwat khilafah berbalut eksistensi

Jika dilihat dari aksimu membela tauhid
Justru terpampang perbuatan menista tauhid
Kau seret bendera hitam berlafal tauhid
Bahkan, kau lempar di selokan lafal tauhid

Parahnya lagi, aksimu berjudul bela tauhid
Tapi kampanye capres juga kau siarkan
Sepanduk ISIS juga kau bentangkan
Mirip Abdulah bin Saba’ dan Abdurrahman Ibnu Muljam

Jika Abdullah bin Saba’ mendemo Ustman
Abdurrahman Ibnu Muljam membunuh Ali
Keduanya juga bersembunyi dibalik katauhidan
Demi nafsu dan kebodohan yang tak terkendali

Sadarlah wahai bangsaku
Kendalikan hawa nafsumu
Kau bisa kenal tauhid karena pendahulumu
Bertaruh nyawa demi keutuhan bangsamu

Jika engkau bilang itu keyakinan
Yang harus dibela demi kejayaan
walau nyawa yang jadi taruhan
Benarkah caramu membela keyakinan?

Kita ini adalah sama
Kita adalah Indonesia
Satu nusa satu bangsa
Satu bahasa Indonesia

#BhinekaTunggalIka