Mendapatkan jamuan makan dari Dubes KSA bukanlah sesuatu yang biasa. Karena Dubes adalah kepanjangan kepentingan dari negara yang diwakili. Pada 14 Nopember 2017 secara resmi acara di helat oleh Dubes KSA hampir selama tiga jam mulai bincang santai, Serius, Jamuan makan, sholat berjama’ah dan tukar pendapat dan musyawarah.

Jamuan makan malam Dubes KSA malam itu adalah jamuan pertama kali sejak Kyai Said menjabat sebagai KETUM PBNU. Selama ini keteguhan Kyai Said akan prinsip moderasi, toleransi, keadilan, keseimbangan ala NU sudah dikenal luas dunia internasional. Sehingga jika ada Dubes mengundang beliau, merupakan hal biasa.

Tapi akan mrnjadi beda jika yang mengundang adalah Dubes KSA. Pasalnya, hingga 2015 lalu sebelum Muktamar 33 di Jombang, kawat telegram KEBENCIAN KSA dibocorkan Wikileaks. Isi telegram membuat siapapun yang membacanya pasti geram, bagaimana tidak, isinya berupa perintah langsung semua “agen-agen” KSA mewaspadai dan mengawasi langsung semua pergerakan Ketum PBNU, meskipun tidak ada pencegahan langsung ke wilayah KSA.

Apakah jamuan makan tadi malam adalah yang terbaik diambil. Tentu hanya Kyai Said dan petinggi PBNU yang tahu sejatinya. Apapun keputusan menerima undangan itu setelah KSA sembilan kali melobi Kyai Said, seluruh jaringan yang dimiliki KSA digunakan untuk membujuk Kyai Said.

Silahkan cari sepanjang 2010 sampai sehari sebelum acara kemarin malam. Hampir tidak ada berita Kyai Said menerima Dubes KSA atau sebaliknya. Anda tentu masih ingat kedatangan Raja Salman dan para pangeran, saat itu Dubes RI untuk KSA, Kang Agus Maftuh yang dikenal dengan di”sayang” KSA, pun tak mampu membujuk menerima pihak KSA berkunjung ke PBNU, sebelum atau sesudah diterima Pak Jokowi. (Eh malah pihak sebelah BAPER mau dikunjungi dan brlakangan memproklamirkan diri masuk kandidat menteri KSA)

Paparan mengenai Islam Indonesia dengan Pancasila dan Hubbul Wathan Minal Iman serta tasamuh, tawasuth, tawazun, dan berkeadilan dalam bingkai NKRI dipaparkan Kyai Said dalam bahada Arab Fasih. Bahkan sampai pada masalah penyebaran buku-buku oleh kelompok-kelompok yang mendiskriditkan amaliyah NU dan menyerang NU dipaparkan pula kepada Dubes KSA bahkan membuat wajah mereka memerah karena malu mendengar ulah para manusia yang mengekor untuk mendapat keuntungan.

Pada akhirnya muncul kalimat yang menyejukkan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KSA “kami sebenarnya malu dengan apa yang dilakukan oknum ALUMNI KSA hingga sebagian diantara mereka menjadi radikal dan teroris. Karena pada dasarnya secara umum tidak ada pengajaran radikalisme dan terorisme atas nama agama di kampus-kampus kami, dan itu Pak Said tahu sendiri. Berikutnya menyongsong Visi 2030 KSA berminat dan berniat bisa bekerjasama dengan NU dalam mensyiarkan Islam yang damai”.

Dari kalimat di atas, panjenengan semua pasti faham maksud dan arah tujuan KSA, dan kesemuanya berawal dari jamuan makan atau al Maidah.