​Setiap mengawali pekerjaan,kita diperintahkan mengawali dengan bacaa Basmalah. Baik pekerjaan berupa kegiatan fisik maupun non fisik, maka Basmalah dimulakan untuk membuka. Basmalah yang jika dilafalkan berbunyi Bismillahirrahmaanirrahiim memiliki arti “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.

Jika dimaknani ala pesantren “Bismillaahi ngawiti ingsun kelawan nyebut asmane Allah, yang maksudnya adalah kepasrahan dan pengakuan seorang hamba kepada Allah dengan menyandarkan semua kemampuan melaksanakan pekerjaan adalah karenaNya.

Arrahmaani kang welas asih ing dalem dunyo,maksudnya adalah Allah sang maha pengasih, dan tidak pilih kasih,siapa pun dikasihi. Pada lafadz Arrahmaani juga mengandung maksud bahwa sifat pengasih Allah diberikan kepada semua makhluk ciptaannya,tanpa membedakan suku,ras,agama,hewan,tumbuhan,semuanya dikasihi. Bahkan pada lafadz Arrohmaani, bisa dimaknani “kang welas asih dumateng wong Islam dan Non Islam”, jadi, jika ada doa dan harapan orang Non Islam,ini memang berkat sifat pengasih Allah kepada semuanya. Sedangkan lafadz Arrohiimi kang welas asih ing dalem akhirat bloko”,maksudnya adalah Allah memberikan kasing sayangNya khusus bagi umatnya yang Muslim,Mukmin,dan Muttaqin nanti di Akhirat. Jadi Non Muslim tidak mendapat kasih sayang Allah saat di Akhirat.

Jika kita tarik benang merah dari lafadz Bismillaahirrahmaanirrahiim dengan kondisi berbangsa saat ini, maka akan kita dapati ketimpangan pemahaman pada lafadz Arrahmaani yang mana kita pinginnya kasih Allah hanya untuk umat Islam saja, sehingga yang Non Islam dikafir-kafirkan. Sayyidina Ali pernah berucap”jika engkau mencari alasan persamaan agama tidak ketemu, maka untuk saling menghormati sesama, carilah persamaan bahwa dia adalah sesama manusia yang juga harus dihormati”. Sama halnya ucapan Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuhu” kenapa bukan Al Islamu alaikum? Maksudnya sudah jelas bahwa Rasulullah mengajarkan perdamaian. andaikan saja lafadznya Al Islamu Alaikum, maka yang bukan Islam boleh diperangi, tapi ini tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Dari Basmalah dan Salam, sebenarnya Rasulullah mengajarkan konsep perdamaian, dan saling menghormati sesama manusia dalam bingkai ukhuwah Basyariyah menuju Rahmatan lil ‘alamin.