Penulis: nur udin

Mataraman dalam Perspektif Historis

Menilik nama ”Jawa” yang melekat pada ”Jawa Timur”, sekilas menumbuhkan kesan bahwa sifat sosial dan budaya masyarakatnya pasti monokultur. Kenyataannya tidak. Jawa Timur sangat plural, beragam. Budayawan Universitas Jember, Ayu Sutarto (2004), membagi wilayah Jatim ke dalam sepuluh tlatah atau kawasan kebudayaan. Tlatah kebudayaan besar ada empat, yakni Jawa Mataraman, Arek, Madura Pulau, dan Pandalungan. Sedangkan tlatah yang kecil terdiri atas Jawa Panoragan, Osing, Tengger, Madura Bawean, Madura Kangean, dan Samin (Sedulur Sikep). Tlatah kebudayaan Jawa Mataraman berada di sebelah barat. Wilayahnya paling luas, membentang dari perbatasan Provinsi Jawa Tengah hingga Kabupaten Kediri. Dinamai seperti ini karena masih mendapat pengaruh sangat kuat dari budaya Kerajaan Mataram, baik pada masa Hindu-Buddha maupun era Kesultanan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta dan Surakarta. Karena itu, adat istiadatnya pun mirip. Tlatah ini dapat dibedakan lagi ke dalam subwilayah kebudayaan yang lebih kecil. Budayawan Dwi Cahyono membaginya menjadi Mataraman Kulon (Barat), Mataraman Wetan (Timur), dan Mataraman Pesisir. Pembagian ini didasarkan pada jejak sejarah dan budaya lokal yang berkembang di sana. Bahasa menjadi ciri yang paling mudah untuk membedakan ketiganya. ”Dari segi kedekatan budayanya dengan Jawa Tengah, Mataram Kulon lebih kuat. Bahasa sehari-hari yang digunakan lebih halus dibandingkan Mataram Wetan. Wilayahnya merupakan bekas Keresidenan Madiun,” ulas pengajar Universitas Negeri Malang ini. Sebelah timur Mataraman adalah tlatah Arek. Batas alamnya adalah sisi timur Kali Brantas. Sungai ini menjadi penting sejak abad keempat, baik segi perdagangan...

Read More

Pelatihan Cyber Dakwah Lakpesdam NU Tulungagung

Kegiatan pelatihan Cyber Dakwah LAKPESDAM NU Tulungagung yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 dan Minggu 25 Desember 2016 bertempet di Aula PCNU Tulungagung. Pelatihan ini bertujuan untuk membidik dakwah di dunia maya yang belum tergarap secara maksimal oleh PCNU Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, dakwah di dunia maya saat ini masih didominasi oleh situs-situs yang menebar kebencian dan permusuhan. Oleh karenanya setelah dilaksanakannya pelatihan Cyber dakwah ini, seluruh peserta dapat mengambil peran dalam berdakwah di dunia maya dengan menampilkan dakwah yang ramah, santun, dan mencerahkan umat. Peserta yang hadir dalam pelatihan ini adalah perwakilan dari: PC RMI Tulungagung, PC IPNU dan...

Read More

Video Terbaru

Loading...