Penulis: nur udin

Piknik Biar Nyentrik,Jangan Lupa Bahagia di Tengah Dilema Etnik

Kereta Dhoho Jurusan Surabaya lewat Kertosono telah tiba di stasiun Tulungagung tepat pukul 05: 59 WIB terdengar dari mikrofon stasiun yang disambut sorak kegirangan rombongan kami yang bertujuan menggunakan fasilitas ini untuk piknik di libur sekolah tahun ini. Kami satu rombongan 8 orang sengaja memilih moda transportasi yang dikendalikan oleh Masinis ini karena permintaan si kecil dan keponakan yang penasaran pingin mencoba naik kereta api. Lho …Thomase Endi kok gak melu? Pertanyaan dari keponakan saat kita sudah duduk di dalam kereta. Yang disusul pertanyaan lain dengan keluguan dan fantasi dunia film kartun. Bahkan ada keponakan yang bertanya di saat kereta sudah sampai Kertosono” iki wis jalan ya keretane”, Subhanallah sedemikian besar halusinasi dan pengaruh dunia maya kepada dunia nyata. Perjalanan kami penuh warna pertanyaan polos bocah kecil ndeso yang punya keinginan tinggi untuk tahu apa yang mereka lihat, termasuk ketika ada penumpang yang pindah tempat duduk dan digantikan penumpang lain yang menunjukkan karcis dengan nomor bangku tersebut, ada yang bertannya apa makanan kereta?, sawah milik siapa?, Kereta lewat jembatan nyebrang sungai kok gak basah?, bahkan pertanyaan “ naik kereta kok hanya pakai karcis? Kok gak bayar pakai uang?, yang semua pertanyaan mereka kami jelaskan satu persatu agar mereka faham. Bahkan saat sampai di Kertosono Gerbong Kami yang awalnya berada di bagian paling belakang, berubah menjadi paling depan karena bagian Lokomotif depan berpindah dan berganti posisi. Perpindahan ini diringi bacaan...

Read More

Berkah Kuliner Gus Dur

​Membincang sosok Gus Dur memang multidimensi. Ibarat sumber mata air yang tak pernah kering walaupun diambil airnya setiap hari. Diantara sisi menarik Gus Dur adalah kebiasaan kuliner Gus Dur yang masyhur sejak beliau masih di pondok maupun saat menjadi mahasiswa di Mesir, Baghdad dan saat berkelana di Eropa. Salah satu tulisan AS Hikam dalam buku “Gus Dur ku Gus Dur Anda Gus Dur Kita” menuturkan bahwa Gus Dur saat kuliah di Mesir dan Baghdad, adalah koki handal yang mampu memasak dengan rasa lezat dan biaya sangat murah. Dalam cerita tersebut dituturkan bahwa di asrama mahasiswa, setiap mahasiswa mendapat giliran untuk menjadi koki yang sekaligus mencari bahan belanjaan dan melaporkan berapa biaya masak untuk hari itu.  Saat yang paling ditunggu mahasiswa di basecamp adalah saat Gus Dur menjadi koki dengan menu andalan Sup Kepala Ikan, lezat tapi murah. Pada suatu saat pas giliran Gus Dur masak, tiba-tiba ada kegiatan mendadak yang mengharuskan Gus Dur tidak masak dan digantikanlah oleh kawan Gus Dur. Sewaktu sampai di pasar tempat biasa belanja, tiba-tiba kawan Gus Dur ini ditegur oleh penjual ikan, “mana kawan kamu si Abdurrahman itu?, Dia itu orang hebat, sangat sayang pada Kucing. Setiap belanja disini, si Abdurrahman selalu membeli kepala Ikan untuk 20 kucing piaraannya, makanya aku selalu memberikan dengan harga murah kepala ikan itu untuk temanmu si Abdurrahman”. Sang Kawan Gus Dur kaget dan buru-buru beralih dari sang penjual...

Read More

Benang Merah Konflik Suriah Ke Indonesia

Artikel ini mungkin bisa menjawab pertanyaan “mengapa kita sibuk ngurusi negara orang”? Ini sering terlontar disaat kita mendiskusikan Konflik di Suriah. Bukan paranoid, karena konflik di sana juga berpotensi untuk membuat irisan NKRI yang damai ini menjadi kacau dan berbenturan. Saya yakin anda pasti tidak mau aktivitas liburan anda berantakan karena muncul bermacam-macam teror. Silahkan anda mengambil posisi duduk yang nyaman, siapkan kopi, teh minuman serta makanan kecil sebab bisa jadi ulasan ini akan sedikit panjang dan semoga tidak berbelit. Saya pun akan menyiapkan kopi sedikit pahit untuk menambah energy bagi otak dan jari-jari saya minitik satu persatu huruf yang ada di keyboard. Pertama penulis akan mengajak pembaca untuk kembali ke lima tahun silam saat Arab Spring dimulai pertama kali di Tunisia pada 17 Desember 2010 dan kemudian terus bergulir ke sejumlah negara seperti Mesir, Libya dan hingga akhirnya ke Suriah pada 26 Januari 2011. Beda dengan Mesir dan Tunisia yang menggulingkan penguasanya dengan demonstrasi, Arab Spring di Suriah lebih mirip dengan Libya yang berusaha menggulingkan pemerintah dengan menggunakan senjata. Sayangnya Libya tak seberuntung Suriah, Khadaffi harus meninggal di tangan para pemberontak, sementara Assad diluar dugaan kembali terpilih dalam pilpres 3 Juni 2014. Arab spring di Suriah melahirkan kelompok-kelompok pemberontak bersenjata yang tersebar di seluruh Suriah, diantara kelompok-kelompok tersebut adalah Kelompok FSA (Free Syrian Army) yang dipimpin oleh colonel Riad al-Asaad yang membelot dari pasukan Suriah, Brigade Syuhada Suriah...

Read More

Hegemoni Amerika diujung Tanduk.

Amerika memainkan peran untuk memecahkan Indonesia hanya cukup, Isu PKI, Anti China Asing& Adu domba faham Agana ( FPI/ Front Pembela Islam, HTI/ Hizbut Tahrir Indonesia, IM/ Ikhwanul Muslimin, dan sejenisnya)  Anda warga negara Indonesia tahu sejarah…???  Coba ini di analisa….silahkan  Amerika mulai khawatir terhadap langkah politik internasional Jokowi dengan membangun poros “Jakarta-Beijing-Teheran-Moskow” meliputi perdagangan, teknologi sipil, teknologi militer, kesehatan, nuklir dan investasi.  Hal yang paling merisaukan Amerika adalah hancurnya hegemoni mereka serta hilangnya kontrol atas geliat ekonomi di Indonesia yang pada akhirnya akan merubah kiblat negara-negara kawasan di Asia Tenggara mengikuti jejak langkah Indonesia yang progresif.  Ketakutan Amerika juga tidak terlepas dari kebijakan Presiden Jokowi terhadap perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia di bumi Papua, betapa besar kehilangan keuntungan bagi mereka apabila PT. Freeport Indonesia akan dimainkan Jokowi sebagai ‘capital politic’ pada pilpres tahun 2019 nanti, maka akan tamatlah Amerika di Indonesia.  Ada beberapa langkah yang telah dan mulai dimainkan oleh Amerika di Indonesia dalam rangka tetap dapat mengusai Indonesia seperti selama ini berhasil mereka lakukan;  1. Lewat bantuan Arab Saudi dengan memberikan suntikan dana besar kepada para radikalis dan teroris di Indonesia.  2. Lewat Mesir dan Turkey dengan menggerakan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslim di Indonesia (HTI dan PKS)  3. Lewat Alumnus West Point, Minneapolis, dan kursus perwira Indonesia di negeri Paman Sam dengan memainkan isu bangkitnya PKI.  Ada pertanyaan apakah CIA bermain di sini, maka jawabnya tentu...

Read More

Dari Telolet untuk Perdamaian

Kejenuhan masyarakat terhadap suasana berbangsa dan beragama di Indonesia sedikit terobati saat tanpa komando dan spontan,fenomena Om Telolet Om menjadi viral dan booming di medsos. Fenomena ini dimaknai sebagai penyimpangan yang mengancam aqidah menurut sebagian kelompok,karena kalimat Om Telolet Om diartikan “Aku Yahudi”. Tapi sadarkah sebenarnya fenomena ini adalah kehausan masyarakat Indonesia terhadap  persatuan dan kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan yang selama ini terkoyak dengan mengkotak-kotakkan persatuan untuk saling berhadapan dalam kebencian. Maka sebenarnya kesadaran untuk mengakui kebersamaan dan keberagaman harus diarustamakan demi mewujudkan kecerdasan hidup beragama,berbangsa dan...

Read More

Video Terbaru

Loading...