Penulis: nur udin

Hiruk Pikuk Pilpres Semakin Gila

Kemarin ada capres datang ke salah satu kantor ormas Islam bersama Mbak Yeni Wahid, ketika diminta untuk menjadi imam sholat berjama’ah, malah nolak dan menunjuk mbak Yeni untuk jadi Imam dengan alasan keturunan keluarga Kyai. Lha masalahnya, ini imam sholat, yang haruse laki-laki jadi imam walau pun ada perempuan hebat yang lebih fasih bacaan qur’annya. Adalagi capres yang bilang alpatekah dengan Jawa medok pol, diteriaki Islam karbitan dan PKI, ee saat di Ponpes Jombang, beliau menjadi imam sholat berjama’ah bersama para keluarga pondok. Pun kabarnya beliau akan hadir dalam undangan tes baca qur’an yang dilayangkan oleh salah satu lembaga dari Aceh, lha pasangan lainnya yang pernah menyebut hulaihi wa salam, malah kabur menolak hadir. Waktu natal juga demikian, ada yang buat meme bahwa pasangan salah satu capres diedit sehingga menyerupai sinter klas simbol kristiani pembagi hadiah saat natal. Padahal disisi lain capres yang satunya justru merayakan natal dan berjoged-joged. Demikian tersebut anehnya musim pilpres, yang Kyai diteriaki kafir, yang jelas ikut merayakan natal malah di Kyaikan. Lagian, salah siapa yang mempermasalahkan natal. Pernah juga ada calon wapres yang ziarah makam ulama’, tapi malah gak ngerti etika ziarah dan melangkahi makam yang diziarahi, tambah lagi aksi wudhu pakai air satu gayung dengan mencelupkan kedua tangan sampai akhir, padahal kondisinya, didepan gayung adalah kolah tempat wudhu dengan air melimpah. Ia seakan memperagakan wijik/isuh yang digabung dengan wudhu ataubdisebut wushu, dengan air...

Read More

Pelantikan ISNU Tulungagung

“Saya berikan tantangan untuk ISNU, mampukah ISNU Tulungagung khususnya, menciptakan aplikasi portable di dalam android yang berbasis tematik, misalnya aplikasi ulumul hadist, tafsir, rijalul hadist yang semuanya berbasis keilmuan Aswaja An Nahdliyah” Kalimat penggalan yang disampaikan gubernur Jawa Timur terpilih dan akrab disapa Bunda Khofifah Indar Parawansa dalam pelantikan ISNU Kabupaten Tulungagung, masa khidmat 2018 -2022, pada hari Sabtu, 29 Desember 2018 pukul 15:00 WIB, bertempat di pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Kalimat diatas diawali dengan ceritera bunda Khofifah terkait peran penting ISNU dalam pertarungan geopolitik dan geostrategis sebagaimana yang telah diramalkan Gus Dur, bahwa pada tahun 2.000 nan, kejayaan dunia akan diawali dari Asia dan khususnya Indonesia. Pernyataan Gus Dur bukanlah tanpa alasan, peradaban dan budaya di dunia mulai mencari jati dirinya, karena mereka mulai mengalami kegelisahan hidup dan kebahagiaan hidup, karena ternyata materi berlimpah dan sistem pelayanan canggih di negara mereka, tak mampu menjawab apa itu kebahagiaan hakiki. Dari pernyataan inilah kemudian Gus Dur menerangkan bahwa Asia punya solusi untuk semuanya, dan bagian penting di Asia adalah kekuatan Indonesia sebagai pemilik jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan mayoritas berfaham Sunny. Maka segmen yang harus diambil ISNU adalah “bagaimana merubah pola pikir dunia dengan pola pikir Aswaja An Nahdliyah, yang di dalam manhajul fikr Aswaja, ada Tawasud, Tawazun, Tasamuh, dan I’tidal. Hanya dengan menjadikan pola pikir Aswaja sebagai Manhajul Fikr, maka peradaban baru dalam bingkai rahmatan lil...

Read More

Antara Uighur di Xinjiang dan Media Sosial

Media massa serempak memberitakan ‘penindasan’ muslim Uighur di Xinjiang, termasuk organisasi kemahasiswaan HMI dengan lantang menyuarakan hal yang sama di depan kedubes China di Jakarta. Framing yang dibangun adalah, seolah-olah, China sedang menjalankan misi untuk menghilangkan Islam dari tanah Tiongkok atau bahasa halusnya, umat Islam di Uighyur sedang di dholimi. Padahal di China, umat beragama dan yang tak beragama dijamin dalam Undang-Undang Dasar Cina sebagaimana pada bab 2 Pasal 36 yang dalam terjemahan bahasa Indonesianya sebagai berikut: “Warga negara China mempunyai kebebasan beragama. Instansi negara, kelompok masyarakat, dan perorangan tidak boleh memaksa warga negara untuk menganut agama atau tidak menganut agama. Tidak boleh mendiskriminasi warga negara yang menganut agama dan yang tidak menganut agama. Negara melindungi aktivitas keagamaan yang normal (zheng chang de zongjiao huodong). Siapa pun tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat merusak ketertiban sosial, merugikan kesehatan warga negara, dan merintangi sistem pendidikan negara dengan menggunakan agama.” Jika kita memahami Undang-Undang Dasar China tersebut, maka tidak mungkin lantas kita menuduh China sedang melancarkan agenda melarang warganya beragama. Untuk hal tersebut, saya konfirmasi beberapa sahabat yang kuliah S2 di China, ada cerita menarik dari mereka terkait Uighur. Berikut penuturan mereka yang berada di China dan faham psikologi serta memahami konflik yang terjadi. Sejak China dikuasai dinasti Qing dan sebelum dikuasai partai Nasinalis yang pengaruhnya sangat kuat pada tahun 1949 walaupun akhirnya disingkirkan oleh Partai Komunis sampai sekarang, orang-orang Uighur,...

Read More

Dari Cuitan menuju Posisi Berdiri

Cuitan kedubes Saudi Arabia Osamah Suaiby yang menampilkan opini bahwa acara reuni 212 yang digelar tanggal 2 Desember 2018 adalah ekspresi atas pembakaran bendera berwarna hitam dengan tulisan lafadz tauhid oleh oknum Banser beberapa waktu yang lalu merupakan tulisan ngawur tanpa dasar. Apalagi ditambah kalimat yang memojokkan PBNU dan Banser dengan sebutan organisasi sesat, ini nambah ngawurnya untuk ukuran statemen kedubes. Pasalnya, Osamah Suaiby sebagai kedubes, bukanlah orang yang tak sekolah diplomasi, dan pastilah mengerti tugas yang harus dilakukan dalam berdiplomasi. Bahkan sampai pada etika dan tata cara komunikasi sebagai kedubes, pastilah negara yang menugaskannya sudah membekalinya. Maknanya, secara pasti, saat Osamah menulis di twiter, ia sadar posisinya adalah representasi negaranya. Kecuali Osamah Suaiby dalam kondisi dibawah pengaruh mabuk lem FOX. Saya sebut mabuk lem FOX karena biasanya pasca salah, lantas minta maaf dan beralasan khilaf atau twiter dibajak, walau pun sejatinya juga biasa saja. Jika memang statemen via twitter tersebut representatif kedubes yang mewakili negaranya, Osamah juga blunder, karena bendera hitam tersebut saat terpasang dipelataran parkiran belakang tempat tinggal habib Rizieq Syihab di Saudi, negara Saudi menyebut itu adalah bendera kelompok pemberontak atau bisa disebut ISIS. Piye jal? Di Saudi dianggap pemberontak, masak disini dijadikan teman dan dibela? Lha kalau cwitan tersebut personal statement, maka yang perlu dilakukan Osamah Suaiby adalah belajar nahan syahwat tinggi nulis dengan mengalihkan nulis di kain polos dan ngambil canting sehingga menghasilkan batik...

Read More

Gelar Doktor untuk Alumni IPNU

Senin, 3 Desember 2018, bertempat di lt. 5 gedung pascasarjana IAIN Tulungagung kisaran jam 08:00 sampai 13:00 digelar ujian terbuka untuk menempuh gelar Doktor oleh pak Zaenal Abidin dengan judul disertasi Manajemen Inovasi Pembelajaran PAUD dengan lokasi PAUD Al Hidayah dan Al Azhar Trenggalek. Pimpinan sidang oleh Prof. Akhyak dengan promotor Prof Mujamil, Prof Ngainun Naim, penguji eksternal Prof Ali Mudhofir, tim Penguji Prof Teguh, Prof Tanzeh sidang berlangsung tegang dan mendebarkan bagi pak Zaenal Abidin. Karena semuanya faham bahwa ujian terbuka doktoral adalah forum unian terakhir untuk menentukan lulus dan tidak lulusnya proses studi S3. Hadir dalam acara ujian terbuka, para alumni IPNU dan IPPNU dari berbagai angkatan, karena pak Zaenal Abidin adalah ketua IPNU Cabang Tulungagung yang akhirnya menikah dengan ketua IPPNU Cabang pada angkatannya. Selain itu, hadir juga para kolega dari dinas sosial kabupaten Trenggalek, Himpaudi Trenggalek, keluarga besar STAI Diponegoro Tulungagung, dan keluarga besar MWCNU Karangrejo. Sejak awal tim penguji menghujani pertanyaan yang mengkroschek antara temuan, teori, dan fakta lapangan. Walaupun tahap sebelumnya dari seminar hasil, ujian tertutup juga sudah berdarah-darah, ternyata ujian terbuka juga membuat grogi promovendous yang sebenarnya juga sudah mempersiapkan diri dengan berbagai kematangan. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari ujian terbuka pak Zaenal kemarin, diantaranya: Ujian memang membuat grogi, oleh karenanya persiapan luar dalam memang sangat utama, penguasaan forum, pengendalian emosi, penguasaan teori, materi ujian, dan faktor ketepatan memilih kata yang...

Read More

Video Terbaru

Loading...