Penulis: nur udin

Inovasi dan Kolaborasi Menuju Pelajar Multidimensi (Part I)

Inovasi adalah menambahkan kretaifitas dari yang sudah ada menjadi lebih menarik. Saya contohkan hp, pada awalnya kita hanya tahu hp sebagai alat komunikasi telpon dan sms biasa, begitu ditambahi sistem android, maka fungsi hp berubah menjadi alat komunikasi dan alat utama yang harus ada dimananpun. Bahkan kalau para Kyai dahulu kemana-mana pegang tasbih, sekarang ganti kemana-mana pegang hp. Inovasi yang dilakukan adalah menggabungkan sistem hp yang lama dengan sistem android yang baru, akhirnya terjadilah kolaborasi dari inovasi yang menjadikan fungsi hp lebih menarik dari sebelumnya. Sedangkan Pelajar Multidimensi adalah pelajar yang memiliki banyak talenta dan kecerdasan. Jika Dhaniel Goldman seorang Yahudi yang berhasil menemukan pemahaman tentang berbagai kecerdasan yang kemudian dikembangkan oleh Howard Gardner dengan Multiple Intelgensia, maka konsep yang ditulis dalam al-qur’an terkait bahasa di atas multiple intelgensia adalah ulul albab (seseorang yang pari purna), tidak hanya cerdas pikirannya, dan kuat semangatnya, tapi juga bersih hatinya, sehingga kecerdasan IQ, dipadu dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serta mampu diwujudkan dengan bahasa yang santun, perbuatan yang bijaksana, maka lahirlah pribadi yang pari purna. Dua paragraf di atas adalah moderasi yang saya lakukan dari penyampaian ketua IPNU Mauludin Qoironi dan Indah Khoirun Nada saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam acara pelantikan IPNU dan IPPNU periode 2018- 2020yang dilaksanakan pada kemarin Ahad, 11 Nopember 2018. Begitu datang, sambutan para kader IPNU dan IPPNU begitu luar biasa, CBP mengarahkan parkir para tamu, Roni...

Read More

ORANG CHINA BINGUNG, INI PADI ASLI ATAU PADI PALSU?

Oleh : Hendri Owner Naja Sablon Kauman Tulungagung Sifat padi secara asli adalah semakin berisi semakin merunduk. Berbeda dengan padi imitasi yang terbuat dari plastik, karena tidak ada proses menuju menunduk bagi padi imitasi. Maka sering kali kita dengarkan petuah “milikilah ilmu padi”, maksudnya jika kita semakin tinggi ilmu pengetahuannya, maka justru ketinggian ilmu ini menjadikan kita semakin rendah hati, beretika, bersahaja, bertatakrama, dan berjiwa sosial tinggi dan semakin pandai menghargai orang lain. Bagi padi yang asli, meskipun dia mempunyai isi namun tetap saja dia merasa bahwa dia adalah padi asli, bukan padi plastik. maka dari itu padi asli, akan menempatkan diri selalu merunduk dan rendah hati. Sebagai penganut dan pendamba syafaat Nabi Muhammad SAW, kita harus faham bahwa tugas nabi Muhammad SAW adalah “li utammima makarimal akhlaq” (menyempurnakan akhlaq yang mulia), di sini perlu kita cermati, kenapa Allah memberikan tugas nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlaq? Kok bukan menyempurnakan ilmu? Karena Allah mengetahui bahwa ilmu yang suci, akan dapat diterima oleh hati yang suci pula. Dapat dirasakan, diresapi, dan di lakukan oleh orang yang sering membersihkan hati dari sifat sombong, gumedhe dan takabbur. Seharusnya sifat padi itu menjadi perumpamaan seseorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan berakhlaq mulia, dalam kehidupan sehari harinya. Seharusnya sifat padi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur karakter diri sendiri, bermuhasabah, dan melakukan introspeksi diri. Seharusnya ibarat diatas dapat digunakan oleh seorang muslim, untuk mencontoh...

Read More

Bersembunyi dibalik Kalimat Tauhid

Oleh: Nuruddin Kalimat keesaan Allah. Kalimat tauhid sebutannya Kalimat yang dengannya kami bersaksi Bahwa tiada tuhan selain Allah Kalimat suci nan paling benar Menyulut emosi jika dibakar Semua kan pasti membela Walaupun tak mengerti makna Dinegaraku kalimat ini jadi tenar Bukan karena baru didengar Tapi karena ulah para pengibar Pelukis kalimat benar untuk yang tidak benar Mereka lukis untuk bendera HTI Walaupun akhirnya mereka ingkari Walaupun bukti jejak digital berbunyi HTI Mulut mereka tetap mengingkari Mereka sablon kalimat tauhid Mereka sebarkan kalimat tauhid Pada topi, kaos, bendera dan ikat kepala Mereka bawa untuk pengakuan sang pembela Benarkah mereka membela kalimat tauhid? Atau sekedar merawat aksi berjilid-jilid? Kalimat haq yang dimanipulasi dengan emosi Demi syahwat khilafah berbalut eksistensi Jika dilihat dari aksimu membela tauhid Justru terpampang perbuatan menista tauhid Kau seret bendera hitam berlafal tauhid Bahkan, kau lempar di selokan lafal tauhid Parahnya lagi, aksimu berjudul bela tauhid Tapi kampanye capres juga kau siarkan Sepanduk ISIS juga kau bentangkan Mirip Abdulah bin Saba’ dan Abdurrahman Ibnu Muljam Jika Abdullah bin Saba’ mendemo Ustman Abdurrahman Ibnu Muljam membunuh Ali Keduanya juga bersembunyi dibalik katauhidan Demi nafsu dan kebodohan yang tak terkendali Sadarlah wahai bangsaku Kendalikan hawa nafsumu Kau bisa kenal tauhid karena pendahulumu Bertaruh nyawa demi keutuhan bangsamu Jika engkau bilang itu keyakinan Yang harus dibela demi kejayaan walau nyawa yang jadi taruhan Benarkah caramu membela keyakinan? Kita ini adalah sama...

Read More

Kesadaran Majemuk Menemukan Subtansi Tutur dan Tulisan Berkhidmah pada NU

Sejarah memang berisi kejadian pahit, getir, manis, dan selaksa rasa di dalamnya. Tapi sejarah adalah fakta yang pernah terjadi dan patut dijadikan pelajaran. Inti sarinya yang baik diambil dan yang buruk dijadikan pertanda untuk tidak terulang kejadian yang sama ditahun yang beda. Sejak NU keluar dari Masyumi tahun 1952, fitnahan, cacian, dan makian massif dilakukan oleh tokoh-tokoh Masyumi. NU difitnah memecah belah umat Islam, kiai-kiai NU dituduh antek PKI, dan serangan-serangan fitnah lainnya. Bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa jika mbah Wahab Chasbullah kepalanya dibuka, maka isinya pasti palu arit. Jadi, apa yang terjadi pada Banser hari ini, difitnah membakar bendera tauhid, adalah model propaganda dalam rangka melemahkan NU dan menghancurkan NU. Buktinya mana? Buktinya betapa pun penjelasan tentang fakta bahwa pembawa bendera sudah menyebut bahwa yang dibawanya adalah bendera HTI dan disuruh untuk membuat kisruh acara hari santri di Garut, mereka akan selalu menolak dan menafikan apa pun keterangan dari Banser, Ansor, dan NU. Meskipun fakta juga menunjukkan bahwa kelompok yang mereka koordinir pada aksi bela tahuhid, justru menginjak-injak bendera sablonan mereka, membuangnya diselokan, mendudukinya dan perlakuan yang sejatinya bukan memulyakan, tapi melecehkan. Intinya apa pun boleh dilakukan, asal bukan Banser atau NU. Apakah hal ini aneh? Bagi NU, hal tersebut adalah sejarah yang berulang. Tahun 1957 tokoh-tokoh Masyumi mempelopori Muktamar Alim Ulama di Palembang, yang menghasilkan keputusan menolak kepemimpinan Bung Karno dan pengkafiran membabi buta kepada personal...

Read More

Bumi Arema Menolak HTI

Apa yang terjadi di Malang merupakan puncak kejengahan melihat ulah manusia bodoh yang dikasih hati tapi ngelonjak. Kabarnya juga segera disusul Bali, dan kota lain di Indonesia. Kalimat manusia bodoh, lebih pas bagi HTI, karena gaya mereka saat bertemu masalah selalu ngeles dan pura-pura bodoh, padahal ya bodoh beneran. Silahkan krosscheck kebodohan HTI saat menolak upacara dan mengatakan haram hormat bendera merah putih, padahal di kerajaan Saudi Arabia yang induknya Wahabi berpusat, juga menghormat bendera. Mereka tinggal dan subur di Indonesia tapi tidak mengakui sistem pemerintahan Indonesia. Makan, minum, tidur, dan nikah di Indonesia, seluruh aktifitas ekonomi dan lainnya juga di Indonesia, tapi menyebut pemerintah sebagai thoghut/ berhala. Masih terkait kebodohan HTI, terkait penggunaan bendera hitam dan putih disebut liwa’ dan rayyah, dibuku mereka disebutkan bahwa penggunaan bendera hitam adalah untuk penanda pasukan perang dan putih adalah penanda keberadaan sang Jendral pemimpin pasukan. Lantas apakah aksi dijalan atau demo bisa disebut perang? Kalau iya, kenapa panglimanya tak dijelaskan dengan bendera putih? Padahal Indonesia bukan negara perang, dan tidak diperbolehkan mengibarkan bendera perang di negara damai. Apakah bukunya disebut salah ketik? Salah ketik kok sampai satu buku. Lantas mereka menyebut liwa’ dan rayyah sebagai bendera tauhid, kapan istilah bendera tauhid muncul? Jawabnya, ya jamannya HTI sekarang ini. Maknanya mereka taqiyyah, juga melakukan segala cara demi tujuan. Andaikan sistem pemerintahan kita bukan republik dan bukan sistem demokrasi, tak akan mungkin HTI...

Read More

Video Terbaru

Loading...