Penulis: nur udin

Sambutan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. dalam Upacara Pembukaan Rapat Pleno PBNU Tahun 2019 di Purwakarta

Jawa Barat, 20 September 2019. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد ابن عبد الله وعلى اله واصحابه ومن تبع سنته وجماعته من يومنا هذا الى يوم النهضة، اما بعد. Pejabat Ra’is Am beserta jajaran Syuriah, Pengurus Harian beserta seluruh jajaran Tanfidziah, para Mustasyar dan pimpinan Lembaga dan Banom NU, Shohibul Ma’had KH Abun Bunyamin, Gubernur dan Pejabat Daerah, hadirin hadirat yang berbahagia. Alhamdulillah, sejak diberi mandat oleh Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur, saya selaku mandataris Muktamar beserta seluruh jajaran PBNU masih diberi kekuatan untuk menjalankan mandat organisasi sampai saat ini. Alhamdulillah, di tengah situasi nasional yang dinamis, di tengah deraan isu dan fitnah yang menerpa NU dan PBNU, kita sebagai jamâ’ah dan jam’iyah tetap berdiri dan semakin kokoh. Konsolidasi melalui kaderisasi terus berjalan hingga ke tingkat bawah, dari PW, PC, hingga banom. Melalui kaderisasi, NU melahirkan kader-kader pembela amaliah, fikrah, dan harakah Ahlussunnah Waljama’ah An-Nahdliyah ditengah gelombang pasang radikalisme Islam yang membentang di depan mata. Gelombang pasang ini menemukan momentum pada Pilkada DKI 2017. Para pendukung formalisme Islam menunggangi Pilkada DKI untuk melakukan konsolidasi politik. Kemenangan dalam Pilkada DKI melambungkan aktor-aktor Islam politik ke panggung publik. Sentimen Islam politik menguat. Model Pilkada DKI hendak dioper ke perhelatan politik lain dalam skala lebih luas. Mengantisipasi gelombang pasang Islam trans-nasional yang lebih besar, Pemerintah mencabut legalitas HTI dan memberi...

Read More

Menakar Respon Instan Atas Trailer Film The Santri

Oleh K.H. Imam Jazuli. Lc. MA.* Paham radikalisme tidak pernah surut. Ideologi Islam radikal; takfiri, tadhlili, terus berganti wajah. Terus diteriakkan, sekali pun sudah di luar nalar kewajaran. Termasuk dengan melontarkan tuduhan adanya pemurtadan melalui film The Santri, besutan sutradara Livi Zheng yang didukung NU Chanel. Hanya karena perbedaan pendapat seputar hukum ikhtilat, santri masuk gereja dan “percintaan” dunia remaja? Ustad Maheer Atthuwailibi Jakarta, ustad Yahya al-Bahjah Cirebon, dan ustad Luthfi Bashori Malang, adalah contoh kecil orang-orang yang menuduh ada pemurtadan dalam film The Santri. Dalam kasus Film The Santri, tiba-tiba saja mereka menjadi ahli dan kritikus film. Cukup bermodal bahan trailler dan setumpuk kebencian dalam dada, jadilah mereka kritikus yang lantang. Bahkan, mereka sepakat memboikot penayangan film ini. Bukti yang banyak mereka soroti adalah cuplikan adegan santriwati menyerahkan nasi tumpeng kepada orang di gereja. Dengan argumen sekenanya, mereka menuduh itulah sarana pemurtadan film The Santri. Tuduhan tidak saja ‘ghuluw’ atau berlebihan melainkan melampaui keputusan para ulama dari berbagai mazhab. Padahal, empat mazhab sepakat bahwa muslim masuk gereja tidak murtad. Memang benar sebagian ulama mazhab Syafi’iyah dan Hanafiyah mengharamkan muslim masuk gereja. Pendapat tersebut dikeluarkan oleh, di antaranya, Ibnu Hajar al-Haitami (Tuhfatul Muhtaj, 2/424), Syihabuddin ar-Ramli (Nihayatul Muhtaj, 2/63), Qalyubi dan Umairah (Hasyiatu Qalyubi wa Umairah ala Syarhi al-Mahalli ala Minhajit Thalibin, 4/236). Alasan ulama mengharamkan muslim masuk gereja adalah karena di dalam gereja terdapat setan (Ibnu Najim, Bahrur...

Read More

Selalu Di Depan

Kita sering mendengar Valentino Rosi sang empunya nomor 46 melafalkan kalimat yang menjadi slogan Yamaha saat menonton kejuaraan moto GP, kalimat tersebut adalah “Yamaha Selalu Di Depan”. Apakah ada yang aneh? Tidak. Justru dari moto tersebut, banyak yang membuat guyonan satire tatkala ada yang sok tahu dan merasa paling awal, maka akan disoraki dengan kalimat ” wah, minumanmu kayaknya oli Yamalube bro, buktinya, kamu selalu di depan, bahkan saking depannya, kamu sering kepagian bro. Menjadi terdepan memang tidak ada salahnya, tapi harus siap dengan segala konsekwensinya. Misalnya kita ingin mengabarkan sebuah kejadian, untuk menjadi yang terdepan, kita juga dituntut akurat, faktual dan terpercaya. Jangan sampai ingin terdepan dalam pemberitaan tapi tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang disampaikan. Konyol akhirnya. Beda lagi ketika kita ingin menjadi terdepan dalam merespon isu perfilman, misalnya film The Santri, kita harus paham apa isinya, bagaimana adegan per adegan secara utuh, bahkan naskah film tersebut juga kita pahami secara detail. Kenapa demikian? Jangan sampai kita koar-koar mengeluarkan statemen sampai berbusa-busa, tapi akhirnya salah. Menurut saya berkomentar masalah film “The Santri” untuk saat ini adalah komentar yang tidak penting. Karena komentar apa pun tentang film The Santri, faktanya film tersebut belum pernah tayang dimanapun. Jadi yang dikomentari dan dihujat, adalah potongan adegan yang bisa jadi benar atau sebaliknya. Bahkan menghujat “The Santri” dalam posisi belum ditayangkan, malah membuat orang yang tidak tahu sama sekali bergeser menjadi...

Read More

Agama Bagi Mereka yang Berpengharapan

Roja’ adalah pengharapan. Bukan rujak yang biasanya dijajakan. Roja’ adalah harapan untuk terjadinya perubahan dalam setiap kesempatan. Diceritakan dalam bab Roja’ yang ditulis Imam Al Ghozali di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, pada hari akhir saat semua manusia diadili dan dimasukkan surga atau neraka, Allah SWT memanggil dua orang hamba yang baru diambil dari neraka, keduanya masih memakai seragam khas neraka. Allah bertanya kepada salah satu dari keduanya: Bagaimana rasanya di neraka? Jelas tidak enak gusti, wong neraka kok panjenengan tanyakan bagaimana rasanya (jawab penghuni neraka pertama), oooo kalau begitu, kamu kembali ke neraka! Perintah Allah kepada orang pertama dan langsung dijawab “siap gusti” orang pertama menjawab dengan semangat dan langsung berlari menuju ke neraka. Melihat semangat orang tersebut, Allah menghentikan lari semangat orang tersebut dan bertanya ” hai fulan, kamu saya suruh kembali ke neraka kok semangat sekali, katanya neraka tidak enak?, wahai Gusti Allah, saya semangat karena saya senang mendengar perintahMU ya Allah, jika selama di dunia aku malas dan menolak terhadap perintahMU, maka sekarang, aku berubah dan semangat melaksanakan perintahMU ya Allah. Sudahlah, masuk surga sana!. Perintah Allah SWT setelah mendengar jawaban sang hamba tersebut. Selanjutnya giliran orang kedua yang ditanya, “bagaimana di neraka?” ia pun menjawab dengan jawaban “tidak enak gusti, isinya neraka siksaan dan adzab yang bertubi-tubi. Kalau begitu, kamu kembali ke neraka!. Si orang ini, masih tolah-toleh dan tak bergeming sama sekali, bahkan tak...

Read More

Kisah Lelaki yang Terbunuh Tragis pada 10 Muharram

Cerita berikut ini diambil dari status yang ditulis oleh Gus Nadirsyah Hosen, walaupun nama beliau ada nama Hosen, pastinya beliau bukan golongan orang ngawur yang secara Ghuluw (berlebihan) memuja dan pembenci Sayyidina Hosen cucu baginda Muhammad SAW. Silahkan dibaca dan pahami ceritanya. Lelaki itu berusia sekitar 58 tahun. Pada hari kesepuluh bulan Muharram, di tahun 61 H, selepas menunaikan shalat subuh, dia bergegas keluar tenda dan menaiki kuda kesayangannya. Pria itu menatap pasukan yang tengah mengepungnya. Mulailah dia berpidato yang begitu indah dan menyentuh hati: قال: أما بعد، فانسبوني فانظروا من أنا، ثم ارجعوا إلى أنفسكم وعاتبوها، فانظروا، هل يحل لكم قتلي وانتهاك حرمتي؟ ألست ابن بنت نبيكم ص وابن وصيه وابن عمه، وأول المؤمنين بالله والمصدق لرسوله بما جاء به من عند ربه! او ليس حمزة سيد الشهداء عم أبي! أوليس جعفر الشهيد الطيار ذو الجناحين عمى! [او لم يبلغكم قول مستفيض فيكم: إن رسول الله ص قال لي ولأخي: هذان سيدا شباب أهل الجنة!] فإن صدقتموني بما أقول- وهو الحق- فو الله ما تعمدت كذبا مذ علمت أن الله يمقت عليه أهله، ويضر به من اختلقه، وإن كذبتموني فإن فيكم من إن سألتموه عن ذلك أخبركم، سلوا جابر بن عبد الله الأنصاري، أو أبا سعيد الخدري، أو سهل بن سعد الساعدي، أو زيد بن أرقم، أو أنس بن مالك، يخبروكم أنهم سمعوا هذه المقاله من رسول الله ص لي ولأخي. أفما في هذا حاجز لكم عن سفك...

Read More

Video Terbaru

Loading...