Penulis: nur udin

Dari Cuitan menuju Posisi Berdiri

Cuitan kedubes Saudi Arabia Osamah Suaiby yang menampilkan opini bahwa acara reuni 212 yang digelar tanggal 2 Desember 2018 adalah ekspresi atas pembakaran bendera berwarna hitam dengan tulisan lafadz tauhid oleh oknum Banser beberapa waktu yang lalu merupakan tulisan ngawur tanpa dasar. Apalagi ditambah kalimat yang memojokkan PBNU dan Banser dengan sebutan organisasi sesat, ini nambah ngawurnya untuk ukuran statemen kedubes. Pasalnya, Osamah Suaiby sebagai kedubes, bukanlah orang yang tak sekolah diplomasi, dan pastilah mengerti tugas yang harus dilakukan dalam berdiplomasi. Bahkan sampai pada etika dan tata cara komunikasi sebagai kedubes, pastilah negara yang menugaskannya sudah membekalinya. Maknanya, secara pasti, saat Osamah menulis di twiter, ia sadar posisinya adalah representasi negaranya. Kecuali Osamah Suaiby dalam kondisi dibawah pengaruh mabuk lem FOX. Saya sebut mabuk lem FOX karena biasanya pasca salah, lantas minta maaf dan beralasan khilaf atau twiter dibajak, walau pun sejatinya juga biasa saja. Jika memang statemen via twitter tersebut representatif kedubes yang mewakili negaranya, Osamah juga blunder, karena bendera hitam tersebut saat terpasang dipelataran parkiran belakang tempat tinggal habib Rizieq Syihab di Saudi, negara Saudi menyebut itu adalah bendera kelompok pemberontak atau bisa disebut ISIS. Piye jal? Di Saudi dianggap pemberontak, masak disini dijadikan teman dan dibela? Lha kalau cwitan tersebut personal statement, maka yang perlu dilakukan Osamah Suaiby adalah belajar nahan syahwat tinggi nulis dengan mengalihkan nulis di kain polos dan ngambil canting sehingga menghasilkan batik...

Read More

Gelar Doktor untuk Alumni IPNU

Senin, 3 Desember 2018, bertempat di lt. 5 gedung pascasarjana IAIN Tulungagung kisaran jam 08:00 sampai 13:00 digelar ujian terbuka untuk menempuh gelar Doktor oleh pak Zaenal Abidin dengan judul disertasi Manajemen Inovasi Pembelajaran PAUD dengan lokasi PAUD Al Hidayah dan Al Azhar Trenggalek. Pimpinan sidang oleh Prof. Akhyak dengan promotor Prof Mujamil, Prof Ngainun Naim, penguji eksternal Prof Ali Mudhofir, tim Penguji Prof Teguh, Prof Tanzeh sidang berlangsung tegang dan mendebarkan bagi pak Zaenal Abidin. Karena semuanya faham bahwa ujian terbuka doktoral adalah forum unian terakhir untuk menentukan lulus dan tidak lulusnya proses studi S3. Hadir dalam acara ujian terbuka, para alumni IPNU dan IPPNU dari berbagai angkatan, karena pak Zaenal Abidin adalah ketua IPNU Cabang Tulungagung yang akhirnya menikah dengan ketua IPPNU Cabang pada angkatannya. Selain itu, hadir juga para kolega dari dinas sosial kabupaten Trenggalek, Himpaudi Trenggalek, keluarga besar STAI Diponegoro Tulungagung, dan keluarga besar MWCNU Karangrejo. Sejak awal tim penguji menghujani pertanyaan yang mengkroschek antara temuan, teori, dan fakta lapangan. Walaupun tahap sebelumnya dari seminar hasil, ujian tertutup juga sudah berdarah-darah, ternyata ujian terbuka juga membuat grogi promovendous yang sebenarnya juga sudah mempersiapkan diri dengan berbagai kematangan. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari ujian terbuka pak Zaenal kemarin, diantaranya: Ujian memang membuat grogi, oleh karenanya persiapan luar dalam memang sangat utama, penguasaan forum, pengendalian emosi, penguasaan teori, materi ujian, dan faktor ketepatan memilih kata yang...

Read More

Reuni Ketemu Mantan atau Registrasi

Reuni secara arti bahasa dapat diartikan berkumpul kembali, ada juga yang mengartikan temu kangen atau bernostalgia mengingat kebersamaan yang dahulu pernah terjalin dan lama terpisahkan oleh kesibukan dan kebutuhan yang berbeda. Inti semangat reuni adalah berkumpul melepas kangen. Tidak ada batasan berapa lama syarat kebersamaan yangbharus ditempuh sehingga bisa menggelar reuni. Bisa jadi kebersamaan sebulan, setahun, bahkan sehari pun bisa menyelenggarakan reuni. Menurut logika keumuman orang waras, dan hasil survey, rata-rata mereka yang melaksanakan reuni minimal pernah bersama 1 tahun di sekolah atau pondok yang sama. Berbeda lagi dengan era milenial, ketemu sehari pun ngajak reuni rutin tiap tahun. Bukannya tidak diperbolehkan, tetapi keanehan inilah yang sengaja dijual kepada khayalak media untuk diberitakan. Jadi, kejanggalan dan ketidak tahuan khalayak dimanfaatkan sebagai komoditas yang layak dijual. Padahal jika sekolah, ketemu sehari lantas balik kesekolah bukan untuk reuni, tapi untuk registrasi. Tapi itulah bedanya era jadul dan era milenial yang segala sesuatu bisa dijadikan the art of visualitation. Pripsipnya adalah siapa yang mampu melakukan karbitisasi fenomena, maka bisa jadi orang tak dikenal pun lantas muncul menjadi tokoh nasional by desain. Secara akrobatik, apa yang dilakukan dalam the art of visualitation ini saya sebut sebagai politik etalase. Pada politik etalase masyarakat dihadapkan dengan situasi dagangan yang ditaruh dalam etalase sebagai komoditi politik yang dikehendaki para penjualnya. Politik etalase memanfaat simbolisasi yang seakan viral memadati beranda media sosial. Semakin masyarakat terbodohi oleh framing...

Read More

Reuni Ketemu Mantan atau Registrasi

Reuni secara arti bahasa dapat diartikan berkumpul kembali, ada juga yang mengartikan temu kangen atau bernostalgia mengingat kebersamaan yang dahulu pernah terjalin dan lama terpisahkan oleh kesibukan dan kebutuhan yang berbeda. Inti semangat reuni adalah berkumpul melepas kangen. Tidak ada batasan berapa lama syarat kebersamaan yangbharus ditempuh sehingga bisa menggelar reuni. Bisa jadi kebersamaan sebulan, setahun, bahkan sehari pun bisa menyelenggarakan reuni. Menurut logika keumuman orang waras, dan hasil survey, rata-rata mereka yang melaksanakan reuni minimal pernah bersama 1 tahun di sekolah atau pondok yang sama. Berbeda lagi dengan era milenial, ketemu sehari pun ngajak reuni rutin tiap tahun. Bukannya tidak diperbolehkan, tetapi keanehan inilah yang sengaja dijual kepada khayalak media untuk diberitakan. Jadi, kejanggalan dan ketidak tahuan khalayak dimanfaatkan sebagai komoditas yang layak dijual. Padahal jika sekolah, ketemu sehari lantas balik kesekolah bukan untuk reuni, tapi untuk registrasi. Tapi itulah bedanya era jadul dan era milenial yang segala sesuatu bisa dijadikan the art of visualitation. Pripsipnya adalah siapa yang mampu melakukan karbitisasi fenomena, maka bisa jadi orang tak dikenal pun lantas muncul menjadi tokoh nasional by desain. Secara akrobatik, apa yang dilakukan dalam the art of visualitation ini saya sebut sebagai politik etalase. Pada politik etalase masyarakat dihadapkan dengan situasi dagangan yang ditaruh dalam etalase sebagai komoditi politik yang dikehendaki para penjualnya. Politik etalase memanfaat simbolisasi yang seakan viral memadati beranda media sosial. Semakin masyarakat terbodohi oleh framing...

Read More

Hujan sebagai Media Meditasi Komunikasi

Oleh: Hendri Owner Naja Sablon Kauman. Hujan mengguyur Tulungagung cukup deras, Sabtu sore, 10 Nopember 2018 menyisakan kesunyian dan kesejukan tersendiri di malam Minggu yang bagi para jomblo dianggap hujan berkah karena malam Minggu tak yerasa sendirian meratapi kesendirian. Bagi saya, suasana hujan sore ini adalah situasi yang indah, sepi sunyi, tenang menyejukan untuk melakukan sebuah refleksi, meditasi, dan juga introspeksi. Meresapi dengan hati apa yang telah terjadi dan merencanakan apa yang akan dilakukan esok hari. Refleksi dan meditasi sering saya lakukan untuk mengevaluasi diri dalam menjalankan kesibukan beraktifitas rutin menjalani lakon kehidupan untuk menjadi manusia yang mampu memberikan manfaat bagi makhluk lainnya. Saya sadar bahwa kunci menjalani lakon kehidupan diantaranya adalah berhasil memahami alur dan pola komunikasi dengan baik dan situasional. Perlu membaca dan mengetahui siapa lawan komunikasij dan tema apa yang dikomunikasikan. Sehingga tidak terjadi overlaping atau trouble dalam pemahaman berikutnya. Sesuatu yang baik tidak akan terwujud, tanpa adanya pembicaraan dan komunikasi yang baik. Baik terhadap diri sendiri, maupun orang lain. Bahkan terhadap Tuhan melalui sebuah do’a. Sehingga keberhasilan menganalisa diri dan analisa sistem komunikasi menjadi kunci keberhasilan seseorang. Namun tak sedikit, kita tenemukan, banyak khalayak yang tidak menganggap penting komunikasi dan mengabaikan begitu saja. Mereka menganggap materi atau uang adalah segalanya. Sehingga tak perlu komunikasi verbal atau tatap muka dan menjalin keakraban terhadap sesama. Padahal ketika nabi Adam diajari ilmu pengetahuan dan menguasainya, Allah SWT memerintahkan...

Read More

Video Terbaru

Loading...