Sebuah kalimat yang dapat melukiskan dari ungkapan judul di atas adalah kata wauw…betapa tidak? Sabtu, 8 April 2017, tepatnya Pukul 23.00 WIB, kami Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Tulungagung berangkat menuju Majlis Istighotsah Kubro PWNU Jatim di  Gor Sidoarjo dengan armada sebanyak 30 Bus dan 8 Elf. Rombongan diberangkatkan start dari Pasar Tradisional Ngantru Tulungagung dan dikawal langsung oleh 3 Mobil Patwal Polres Tulungagung berjalan lancar tanpa kendala.

Sementara itu, sebagian rombongan warga NU Tulungagung yang lain sudah ada yang berangkat terlebih dahulu. Mereka berangkat secara terpisah sejak pagi hingga siang guna berziarah ke makam para aulia dan muassis Jam’iyyah NU sebelum menuju Gor Sidoarjo.  Berdasarkan pantauan PCNU Tulungagung, jumlah rombongan mereka sebanyak 15 Bus dan belasan mobil pribadi. 

Sungguh, kami mohon maaf jika iring-iringan kendaraan kami mengganggu perjalanan panjenengan semua. Kami mohon doanya, semoga perjalanan kami diberi kelancaran, aman dan selalu mendapat ridlo Alloh SWT. Amiin 

Jika dahulu para pendiri NU dengan perjuanganya mampu memperjuangkan berdirinya NU demi melestarikan ajaran ASWAJA dan kecintaan kepada NKRI, maka kami datang untuk menyatukan semangat nasionalisme dan ber NU demi mengetuk pintu langit untuk menggapai Nurullah. 

Wahai para Muassis NU, wahai para Muharrik NU, perjuangan kami tidaklah sebesar perjuangan panjenengan semua. Bertawasul panjenengan semua, restui dan ridhoilah ghiroh kami untuk berdzikir, bermunajat, dan mengaminkan doa para penerus ajaran rosulullah.

Bhakti kami pada NU dan NKRI adalah sebagai wujud mencintai NKRI dan kejayaan ajaran ASWAJA An Nahdliyah di bumi NKRI.